TRIBUNWOW.COM - Tangis Jumasri, ibu seorang santri asal Ngawi, Jawa Timur, pecah meminta pertolongan pengacara Hotman Paris Hutapea.
Dilansir TribunWow.com, Jumasri tak kuasa menahan air matanya saat menceritakan nasib tragis anak semata wayangnya, DWW (15) yang tewas dianiaya senior.
DWW merupakan santri di sebuah pondok pesantren di Masaran, Sragen.
Ia tewas dengan luka lebam pada dada yang diduga merupakan bekas pukulan atau tendangan, Sabtu (19/11/2022) lalu.
Baca juga: Tak Mengaku saat Dituduh Mencuri, Viral Santri di Bangkalan Tewas Dikeroyok Senior di Kamar Asrama
Senior DWW, MH (17) telah ditetapkan sebagai tersangka.
Namun hingga kini MH belum juga ditahan.
Di hadapan Hotman Paris, Jumasri menceritakan kronologi penganiayaan yang merenggut nyawa anaknya.
Menurut Jumasri, penganiayaan itu bermula ketika senior DWW yang duduk di bangku SMA tidak mengerjakan piket kebersihan kamar.
"Bapak majelis hakim, tolong keadilan untuk anak saya, putra semata wayang saya, Dafa meninggal dianiaya, pelakunya adalah MH, sampai sekarang tidak ditahan," ungkap Jumasri, dikutip dari akun Instagram @hotmanparisofficial, Minggu (16/4/2023).
Selain MH, menurut Jumasri ada dua provokator yang masih bebas berkeliaran.
Baca juga: Viral Video Pemuda Naik Motor Sambil Seret Pedang di Jalan, Gibran: Berani Lewat Solo, Saya Habisi
Jumasri pun mempertanyakan alasan kedua provokator tak ditahan meski terbukti bersalah.
Ia lantas berkaca pada kasus penganiayaan Mario Dandy Satriyo dan menyinggung nasib AGH yang kini ditahan meski baru berusia 15 tahun.
"Provokatornya dua orang juga belum diadili, belum ditahan, sampai sekarang belum ditetapkan jadi tersangka, mohon Pak Majelis Hakim keadilan untuk putra semata wayang saya," tutur Jumasri.
Pada video lainnya, Hotman Paris turut memberikan komentar.
Hotman menyentil Kapolda Jawa Tengah dan Kapolres Sragen untuk memberi atensi khusus pada kasus ini.