Berita Viral

Tak Mengaku saat Dituduh Mencuri, Viral Santri di Bangkalan Tewas Dikeroyok Senior di Kamar Asrama

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang santri berinisial BT (16) tewas mengenaskan dikeroyok oleh seniornya di sebuah kamar asrama pondok pesantren yang berada di Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Total ada lima santri senior diperiksa oleh pihak kepolisian.

TRIBUNWOW.COM - Seorang santri berinisial BT (16) tewas mengenaskan dikeroyok oleh seniornya di sebuah kamar asrama pondok pesantren yang berada di Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Korban tewas pada Selasa (7/3/2023) malam setelah sempat dilarikan ke puskesmas.

Dikutip TribunWow dari TribunMadura.co, sejauh ini ada lima saksi yang telah diperiksa oleh polisi atas kasus pengeroyokan terhadap korban.

Baca juga: Cari Angin Sambil Bawa Celurit, Ini Pengakuan Pelajar di Magelang yang Viral Ditabrak Mobil

Pada jasad korban ditemukan luka lebam di tangan, punggung, dan dada.

Kasus ini dilaporkan oleh pihak ponpes seusai korban meninggal di puskesmas.

"Saat ini kami juga tengah berkoordinasi dengan dokter forensik untuk mengetahui penyebab korban meninggal dunia," ungkap Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Bangkit Dananjaya kepada Tribun Jatim Network, Rabu (8/3/2023).

Menurut keterangan pihak kepolisian, awalnya korban dituduh mencuri uang milik seorang santri lain.

"Dugaan awal korban dituduh mencuri uang milik sesama santri sebesar Rp 400 ribu," ujar Bangkit.

Baca juga: Viral Kakek 70 Tahun Diduga Rudapaksa Nenek 90 Tahun, Korban yang Pikun Bingung: Tiba-tiba Kebuka

Penyidik Satreskrim Polres Bangkalan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi santri atas tewasnya korban santri BT, Rabu (8/3/2023). (TRIBUNJATIM.COM/AHMAD FAISOL)

Sebelum dikeroyok, korban sempat diminta mengaku oleh sejumlah santri senior.

"Kakak kelas yang merupakan pengurus pondok ingin mengklarifikasi di hadapan pimpinan pondok. Tetapi (korban) tidak mengakui," jelas Bangkit.

"Padahal sebelum ada pimpinan (korban) mengaku. Sehingga dari pelaku merasa emosi dan dongkol hingga melakukan pemukulan," papar Bangkit.

Korban sendiri merupakan santri kelas 1 SMA di ponpes tersebut.

Kasus ini turut ramai disebarluaskan oleh netizen di media sosial (medsos) mulai dari Facebook hingga Twitter. (TribunWow.com/Anung)

Berita viral lain