Sebagaimana diketahui, pengobatan gratis yang diberikan Ida Dayak ramai dibanjiri oleh masyarakat dari berbagai daerah.
Warga pun membludak memenuhi sekitaran GOR Divif 1 Kostrad Cilodong untuk mengantre demi mendapatkan kesembuhan.
Rupanya, demi melayani masyarakat yang mencari kesembuhan, Ida Dayak rela bekerja sampai malam hari.
Kemudian, Andika Perkasa duduk berjongkok di samping wanita tersebut.
Ida Dayak langsung mencolek bahu sang jenderal dan menyarankan agar duduk di kursi.
"Jangan duduk di bawahlah," kata Ida Dayak.
"Enggak, enggak apa-apa," sahut Andika Perkasa.
Ida Dayak kemudian berkali-kali mencolek lutut sang Jenderal yang berada di sampingnya sembari tertawa.
"Setiap hari sampai jam berapa kerjanya?," tanya Andika Perkasa.
"Ya tergantung kalau capek istirahat," jawab Ida Dayak.
"Sampai jam 10 (malam-red) lebih?," cecar Andika Perkasa.
Tampak Ida Dayak berpikir keras sebelum kemudian memberikan jawaban.
Orang di dekatnya yang diduga rekan Ida Dayak membeberka bahwa pengobatan yang dilakukan bisa melebihi pukul 10 malam.
Setelah puas mengobrol dengan sang tabib, Jenderal Andika Perkasa lantas berpamitan meninggalkan lokasi tersebut.
Baca juga: Sosok Veda Ega Pratama, Pembalap Usia 13 Tahun yang Ikut Parade MotoGP, Punya Prestasi Mentereng
(TribunWow.com)