TRIBUNWOW.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya buka suara soal viral pengobatan tradisional Ida Dayak.
Dilansir TribunWow.com, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tamizi mengatakan akan melakukan pembinaan terhadap tenaga penyehat tradisional (hatra).
Pembinaan itu dilakukan agar tak ada warga yang dirugikan atas viralnya pengobatan tradisional Ida Dayak.
Baca juga: Viral Minyak Sakti Ida Dayak, Diyakini Bisa Keluarkan Darah Kotor, Pesulap Merah Bongkar Faktanya
Seperti diberitakan sebelumnya, Ida Dayak ramai diperbincangkan setelah mengklaim bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Ribuan warga berdoyong-doyong datang ke Ida Dayak agar penyakitnya sembuh.
"Kita akan lakukan pembinaan. Mereka kan punya pilihan mau tradisional atau modern," ungkap Nadia, dikutip dari Kompas.com, Kamis (6/4/2023).
"Jadi yang penting kita jaga jangan sampai ada yang dirugikan."
Menurut Nadia, hatra harus mengikuti regulasi yang ada.
Baca juga: Dibongkar Pesulap Merah, Terkuak Trik Ida Dayak yang Kini Viral, Ternyata Cuma Ahli Pijat Biasa?
Regulasi tersebut adalah PP Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional dan Permenkes Nomor 15 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer.
Kemudian, Permenkes Nomor 61 Tahun 2016 Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris, Permenkes Nomor 37 Tahun 2017 tentang pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi (SDM dan integrasi layanan kesehatan konvensional dan kestrad), dan UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.
Nadia menyebut hatra, seperti Ida Dayak, harus memiliki surat Terdaftar Penyehat Tradisional (STPT).
Keberadaan surat tersebut bertujuan untuk mencegah adanya warga yang dirugikan oleh pengobatan tradisional tersebut.
"Jadi (tenaga penyehat tradisional) berdasarkan pengalaman, adalah penilaian dari namanya hatra, dan dia punya perkumpulan. "
"Mereka harus punya STPT, di Permenkes diatur," imbuhnya.
Nadia tak memungkiri Indonesia memiliki banyak warisan budaya.
Baca juga: Viral Momen Pertemuan Ida Dayak dengan Jenderal Andika Perkasa, Duduk Jongkok hingga 9 Kali Dicolek
Termasuk berbagai macam pengobatan tradisonal dari setiap daerah.
Namun, pengobatan tradisional masih memerlukan penelitian dan didukung secara empiris.
Karena itu, Nadia mengatakan perlunya edukasi agar masyarakat mengetahui kapan pasien harus dibawa ke rumah sakit alih-alih ke pengobatan tradisional.
"Misalnya ada orang yang kanker ya, kalau misalnya dia di stadium awal, dia bisa sembuh total," jelas Nadia.
"Jangan sampai dia tidak mendapatkan informasi bahwa dia kalau tidak cepat berobat, misalnya (memilih) pengobatan tradisional, itu dia menjadi terlambat."
Viral Pertemuan Ida Dayak dengan Andika Perkasa
Ida Dayak tersohor lantaran dikabarkan mampu mengobati berbagai macam penyakit, mulai dari patah tulang, saraf kejepit, hingga menyembuhkan bisu dan tuli.
Rupanya sosok tabib tersebut turut menarik perhatian Jenderal TNI Andika Perkasa yang sempat menghampiri dan mengobrol dengan Ida Dayak.
Pertemuan keduanya direkam dalam bentuk tayangan video dan viral dibagikan di media sosial.
Satu di antaranya adalah akun Instagram @rendy_w_e, Selasa (4/4/2023) yang menunjukkan sosok Ida Dayak saat sedang makan.
Wanita 51 tahun tersebut tampak lahap menyeruput makanannya dari wadah bercorak bunga-bunga.
Seperti biasa, ia mengenakan rompi dengan pola tradisional suku Dayak yang sudah menjadi ciri khasnya.
Tak disangka, dari arah belakang muncul Andika Perkasa yang langsung menyapa sang tabib.
"Wah, Ibu Ida ini harus kuat benar ya," ucap Andika Perkasa.
"Iya, saya makannya banyak ya," jawab Ida Dayak.
Baca juga: Ikut Kompetisi Dance di Vietnam, Miyu Bocah 9 Tahun asal Indonesia Viral Disorot Akun Internasional
Sebagaimana diketahui, pengobatan gratis yang diberikan Ida Dayak ramai dibanjiri oleh masyarakat dari berbagai daerah.
Warga pun membludak memenuhi sekitaran GOR Divif 1 Kostrad Cilodong untuk mengantre demi mendapatkan kesembuhan.
Rupanya, demi melayani masyarakat yang mencari kesembuhan, Ida Dayak rela bekerja sampai malam hari.
Kemudian, Andika Perkasa duduk berjongkok di samping wanita tersebut.
Ida Dayak langsung mencolek bahu sang jenderal dan menyarankan agar duduk di kursi.
"Jangan duduk di bawahlah," kata Ida Dayak.
"Enggak, enggak apa-apa," sahut Andika Perkasa.
Ida Dayak kemudian berkali-kali mencolek lutut sang Jenderal yang berada di sampingnya sembari tertawa.
"Setiap hari sampai jam berapa kerjanya?," tanya Andika Perkasa.
"Ya tergantung kalau capek istirahat," jawab Ida Dayak.
"Sampai jam 10 (malam-red) lebih?," cecar Andika Perkasa.
Tampak Ida Dayak berpikir keras sebelum kemudian memberikan jawaban.
Orang di dekatnya yang diduga rekan Ida Dayak membeberka bahwa pengobatan yang dilakukan bisa melebihi pukul 10 malam.
Setelah puas mengobrol dengan sang tabib, Jenderal Andika Perkasa lantas berpamitan meninggalkan lokasi tersebut.
Baca juga: Sosok Veda Ega Pratama, Pembalap Usia 13 Tahun yang Ikut Parade MotoGP, Punya Prestasi Mentereng
(TribunWow.com)