Ia sempat menunjukkan rumahnya yang telah hancur diduga akibat serangan rudal.
Tampak genting dan beberapa bagian tembok hancur memperlihatkan isi rumah.
"Saya tinggal di sebelah situ, tapi semua sudah hancur," tunjuk Steblyuk.
"Saya akan pergi ke seberang, ke (rumah-red) saudara saya."
"Anak-anak kami sudah pindah. Tidak ada siapa pun di sekitar kami. Aku hanya berharap mereka bahagia."
Steblyuk mengaku sempat mengira dirinya akan meninggal ketika rudal meledak tak jauh dari lokasi persembunyiannya.
Ia pun mengaku sudah mengirim ucapan perpisahan pada semua orang yang dikenalnya.
"Kami duduk di ruang bawah tanah, dan misil meledak di dekat kami," ucap Steblyuk.
"Aku mengirim pesan mengatakan selamat tinggal untuk semua orang."
"Ini terlalu berat. Perang ini sangat berat. Maafkan saya," tangisnya sembari beranjak pergi.(TribunWow.com/Via)
Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina