Konflik Rusia Vs Ukraina

Tak Gentar Ditodong Senjata, Ibu Ukraina Nekat Terobos Pasukan Rusia demi Bawa Pulang Jasad Anak

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Ibu Ukraina. Terbaru, seorang ibu Ukraina nekat menempuh perjalanan ke wilayah Rusia demi mencari jasad anaknya, Sabtu (5/2/2023).

TRIBUNWOW.COM - Tidak ada yang terlalu memperhatikan pasangan paruh baya yang tiba di desa Tomaryne, dekat Kherson, yang dikuasai Rusia.

Dilansir TribunWow.com, keadaan masih kacau ketika pasangan itu tiba di sana pada Maret 2022, lantaran Rusia dan sekutunya belum membentuk pemerintahan mereka.

Mereka adalah seorang ibu bernama Lyudmyla Kupriychuk, dan mantan suaminya, Anatoliy yang merupakan warga sipil asal Vinnytsia, Ukraina.

Baca juga: Putrinya Dirudapaksa dan Dimutilasi Tentara Rusia, Ibu Ukraina: Dia Sangat Ingin Hidup

Keduanya nekat melakukan perjalanan berbahaya semala 12 jam di tengah perang, demi menemukan putranya, Maksym yang baru berusia 20 tahun.

Adapun Maksym yang tergabung dalam pasukan pertahanan negara Ukraina, dikabarkan meninggal pada hari kedua invasi Rusia pada 25 Februari 2022.

Dalam penuturannya, Kupriychuk mengaku sempat dihentikan oleh pihak Rusia saat bertemu dengan pos pemeriksaan berawak pertama.

"Saya keluar dari mobil dan berjalan menuju seorang pria yang menodongkan pistol ke arah saya," kenang Kupriychuk dikutip bbc.com, Sabtu (4/2/2023).

"Tapi saya tidak takut, yang saya rasakan hanyalah rasa muak terhadap orang-orang ini."

Kondisi Kota Kherson, Ukraina pada Maret 2022. Tampak tentara Rusia berpatroli di dalam kota yang telah mereka kuasai tersebut. (YouTube The Guardian)

Baca juga: Putin Beri Sinyal Tak Takut Gunakan Senjata Nuklir di Ukraina? Jubir Presiden Rusia Menjawab

Dia menunjukkan kepada mereka foto tubuh putranya dan berhasil membujuk para prajurit untuk membiarkan mereka lewat.

Sebagai seorang prajurit profesional yang berbasis di Lviv di Ukraina barat, Maksym tidak memberi tahu ibunya bahwa pasukannya telah dikirim ke selatan untuk menghentikan serangan Rusia.

Kupriychuk pun terkejut ketika kekasih anaknya menelepon dan mengumumkan kematian Maksym.

Seorang rekan Maksym memiliki foto lapangan tempat dia dibunuh dan mengatakan jenazahnya masih ada.

Menurut sang rekan, Maksym telah ditembaki, tetapi tidak ada informasi lain tentang keadaan kematiannya.

Kupriychuk pun langsung menelepon unit militer Maksym, dan mereka menyuruhnya menunggu informasi.

"Setiap malam saya mengamuk mengetahui bahwa putra saya terbaring di sana dalam cuaca yang sangat dingin dan tidak ada yang menutupinya," ucap Kupriychuk.

Halaman
1234