Konflik Rusia Vs Ukraina

Tak Gentar Ditodong Senjata, Ibu Ukraina Nekat Terobos Pasukan Rusia demi Bawa Pulang Jasad Anak

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Ibu Ukraina. Terbaru, seorang ibu Ukraina nekat menempuh perjalanan ke wilayah Rusia demi mencari jasad anaknya, Sabtu (5/2/2023).

Ibu Ukraina Ratapi Nasib Kerabat

Ekskalasi serangan Rusia meningkat setelah relatif tenang selama dua minggu.

Selain daerah Donbas di timur, wilayah Ukraina Selatan di dekat Zaporizhzhia juga turut menjadi sasaran.

Sejumlah warga pun memilih mengungsi meski tak sedikit yang tetap tinggal di rumahnya.

Halya Steblyuk yang mengungsi dari Kamianske, pinggiran kota Zaporizhzhia, Ukraina, menangis menuturkan beratnya hidup di tengah perang, Selasa (19/4/2022). (YouTube The New York Times)

Baca juga: Gelap hingga Pakai Ember untuk Toilet, Ini Penampakan Basemen Tempat Tinggal 4 Nenek di Ukraina

Diketahui, sejak mundur dari ibu kota Ukraina, Kiev, pasukan Rusia mengaku akan mengonsentrasikan pasukan di wilayah Donbas.

Namun rupanya wilayah selatan juga menjadi sasaran, di mana suara-suara tembakan rudal terus-menerus terdengar.

Dilansir TribunWow.com dari laporan lapangan di kanal YouTube The New York Times, Selasa (19/4/2022), diperlihatkan kondisi perang yang tengah berlangsung.

Di desa Kamianske, pinggiran kota Zaporizhzhia, sepasang suami istri tua tampak berjalan membawa barang-barang mereka.

Sang suami menuntun sepedanya yang digunakan untuk mencantolkan tas jinjing yang tampak penuh.

Sementara, istrinya berjalan di samping dengan menyeret troli kecil di belakangnya.

Wanita yang diketahui bernama Halya Steblyuk itu menangis ketika diminta menceritakan tentang kondisi perang.

Ia tak kuasa bercerita ketika menuturkan nasib saudara dan iparnya yang meninggal karena dibunuh.

Seraya terisak, Steblyuk mengaku hanya bisa mengubur keduanya tanpa upacara pemakaman yang layak.

"Saudara perempuanku dan suaminya dibunuh, aku tidak bisa bicara," kata Steblyuk sesenggukan.

"Kami mengubur mereka seperti mengubur seekor anjing. Semua ini tak manusiawi."

Halaman
1234