TRIBUNWOW.COM - Mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev, memperingatkan NATO bahwa kekalahan Moskow di Ukraina dapat memicu perang nuklir.
Dilansir TribunWow.com, pernyataan pejabat yang dekat dengan Presiden Rusia saat ini, Vladimir Putin, tersebut didukung oleh kantor kepresidenan Kremlin.
Hal ini diungkapkan Medvedev saat aliansi militer Eropa tersebut hendak mengadakan pertemuan dengan pihak Barat untuk membahas bantuan senjata ke Ukraina.
Baca juga: Ukraina Laporkan Serangan Siber Rusia Meningkat 3 Kali Lipat Setahun Terakhir, Sebut Ancaman Nyata
Medvedev yang kini menjabat sebagai wakil ketua dewan keamanan Rusia, beberapa kali membuat pernyataan terkait nuklir.
Ia sebelumnya juga pernah berusaha menakut-nakuti Barat dengan ancaman serupa saat hendak mengirim kendaraan tempur ke Ukraina.
Kini, Medvedev menekankan agar Ukraina tak memenangkan perang tersebut, lantaran dapat memicu perang nuklir.
"Kekalahan kekuatan nuklir dalam perang konvensional dapat memicu perang nuklir," kata Medvedev, dikutip Al Jazeera, Kamis (19/1/2023).
"Kekuatan nuklir tidak pernah kalah dalam konflik besar yang menjadi sandaran nasib mereka."
Baca juga: Moderator Panik saat Presiden Rusia Vladimir Putin Terdiam seusai Candaan soal Potensi Kiamat Nuklir
Dia juga mengatakan aliansi militer dan pemimpin pertahanan Barat lainnya, harus mempertimbangkan risiko kebijakan mereka.
Adapun pertemuan tersebut diadakan di Pangkalan Udara Ramstein, Jerman untuk membahas dukungan bagi Ukraina, Jumat (20/1/2023).
Kremlin dengan cepat mendukung Medvedev, dengan mengatakan bahwa pernyataan tersebut sepenuhnya sesuai dengan prinsip Moskow.
Diketahui, sejak Rusia menginvasi Ukraina hampir setahun yang lalu pada 24 Februari, Medvedev telah berulang kali mengangkat ancaman kekacauan nuklir dan menggunakan hinaan untuk menggambarkan Barat.
Faktanya, Rusia memiliki keunggulan nuklir di atas aliansi di Eropa, sementara NATO memiliki keunggulan militer konvensional atas Rusia.
Menurut Federasi Ilmuwan Amerika, Rusia memiliki 5.977 hulu ledak nuklir, sementara Amerika Serikat memiliki 5.428, China 350, Prancis 290 dan Inggris 225.
Sebagai presiden, Putin adalah pembuat keputusan utama Rusia dalam penggunaan senjata nuklir.