Polisi Tembak Polisi

Jelang Sidang Tuntutan Ferdy Sambo, Ayah Brigadir J Minta Suami Putri Candrawathi Dihukum Mati

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Samuel Hutabarat, ayah dari mendiang Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Sabtu (14/1/2023). Samuel berharap Ferdy Sambo dijatuhi hukuman mati.

Dilansir TribunWow.com, terdakwa pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tersebut dianggap tak tulus saat minta maaf kepada anak buahnya.

Padahal tak sedikit dari mereka yang terpaksa harus menelan pil pahit setelah pengabdiannya berpuluh-puluh tahun pada institusi Polri menjadi sia-sia karena satu kesalahan.

Baca juga: Ferdy Sambo Terbukti Tak Pakai Sarung Tangan, Perencanaan Pembunuhan Brigadir J Terbantahkan?

Sebagaimana diketahui, Ferdy Sambo sempat menyatakan permintaan maaf dalam persidangan perintangan penyidikan atau Obstruction of Justice.

Ia mengaku berdosa dan siap dihukum lantaran sudah menyeret mantan Kaden A Biro Paminal Propam Polri Agus Nurpatria, eks Karopaminal Divisi Propam Polri, (Brigjen Pol) Hendra Kurniawan dan Mantan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri AKP Irfan Widyanto dalam kasus tersebut.

Eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo menahan air mata saat mengucapkan permintaan maaf pada rekan-rekan dan anak buahnya anggota Polri dalam persidangan lanjutan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022). (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

Baca juga: Jelaskan Peran Ferdy Sambo hingga Bharada E, Ahli: Pasti Ada Aktor Intelektualnya, Pembuat Skenario

Namun, pakar mikro ekspresi Monica Kumalasari menilai pernyataan Ferdy Sambo itu disampaikan tanpa ketulusan hati.

Pasalnya, ekspresi mantan Kadiv Propam Polri itu justru dipenuhi dengan kemarahan.

"Biasanya ketulusan itu sangat erat dengan emosi yang disebut kesedihan," ungkap Monica dikutip TribunWow.com dari KOMPASTV, Selasa (20/12/2022).

"Tetapi justru yang terlihat pada Sambo adalah permohonan maaf yang diikuti ekspresi atau emosinya adalah kemarahan."

"Ini menjadi kotraproduktif antara kesan yang ingin disampaikan dan bahasa nonverbalnya."

Monica menegaskan Ferdy Sambo tidak secara jujur menyesali kesalahannya meskipun menyebut kata-kata dosa.

"Jadi tidak terlihat tulus dalam menyampaikan permintaan maafnya. Padahal Ferdy Sambo secara verbal pun menggunakan kata dosa," beber Monica.(TribunWow.com/Via)

Berita lain terkait