Dijelaskan pula bahwa pada senjata Glock-17 yang identik dengan luka Brigadir J hanya tertinggal DNA dari Bharada E, mantan Kaden A Biro Paminal Polri Agus Nurpatria dan Kabagkum Biro Provos Polri Kombes Susanto.
Bharada E mengakui memakai senjata itu, sementara Agus dan Susanto sempat memegang dan memeriksa senjata tersebut usai pembunuhan.
"Kesaksian hari ini yang DNA khususnya ya, itu sudah menegaskan bahwa yang ada di senpi (senjata api) yang diperiksa oleh biologi forensik, itu hanya tiga DNA yang terbaca di sana. Eliezer punya, Pak Agus, sama Pak Susanto," tutur Irwan.
"Pada saat itu memang diserahkan ke Pak Agus sama Pak Susanto saat diperiksa selesai kejadian. Hanya itu DNA yang terbaca oleh senjata."
Sebagaimana diketahui, kesaksian mengenai Ferdy Sambo yang memakai sarung tangan karet warna hitam diakui oleh Bharada E dan Adzan Romer, mantan ajudan FS.
Namun, hal ini disangkal oleh Ferdy Sambo, istrinya Putri Candrawathi, mantan ajudannya Ricky Rizal (Bripka RR) dan ART Kuat Maruf.
Baca juga: Ferdy Sambo Keceplosan Akui Tembak Brigadir J, Pengacara Suami Putri Candrawathi Tak Bisa Membantah
Ferdy Sambo Keceplosan
Terdakwa Ferdy Sambo diduga tak sengaja mengaku menembak korban Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Dilansir TribunWow.com, hal ini diucapkannya ketika menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022).
Ferdy Sambo membenarkan jenis senjata HS yang digunakannya untuk menembak punggung Brigadir J.
Baca juga: Dikaitkan dengan Ferdy Sambo, Hotman Paris Tepuk Jidat Lihat Pasal KUHP Baru soal Hukuman Mati
Ketika itu, JPU memperlihatkan sejumlah barang bukti yang digunakan untuk mengeksekusi Brigadir J.
Ferdy Sambo membeberkan pakaian yang dikenakannya kemudian jenis senjata yang dipakai para ajudannya.
Mantan Kadiv Propam Polri itu juga mengenali senjata api berjenis Glock-17 yang diserahkannya ke terdakwa Richard Eliezer alias Bharada E.
Kemudian Jaksa memperlihatkan senjata api berjenis HS yang diakui digunakan Ferdy Sambo untuk menembak dinding.
Senjata tersebut diduga merupakan milik Brigadir J yang diambil Ferdy Sambo saat membuat rekayasa tembak-menembak.