Hal ini dipicu oleh laporan bahwa produsen senjata yang menerima salah satu bom telah membuat peluncur granat untuk pasukan Ukraina.
Menteri Pertahanan Margarita Robles mengeluarkan pesan menantang setelah penemuan paket bahan peledak dengan namanya di atasnya.
Ia mengatakan tidak ada surat atau tindakan kekerasan yang akan menghalangi Spanyol untuk mendukung Ukraina.
Seorang koresponden BBC mengatakan orang-orang di Spanyol terkejut, karena keamanan diperketat di gedung-gedung publik dan pemeriksaan yang lebih ketat pada pesanan pos diperintahkan.
Baca juga: Rusia Bantah Serang Kyiv, Sebut Kerusakan Akibat Ulah Ukraina Sendiri dan Antek Baratnya
Ledakan di Kedutaan Ukraina di Spanyol
Seorang karyawan di kedutaan Ukraina di Madrid, Spanyol, mengalami luka ringan setelah menjadi korban ledakan bom.
Dilansir TribunWow.com, ledakan terjadi saat karyawan tersebut membuka surat yang ternyata berisi bom rakitan.
Insiden ini mendorong pemerintah Ukraina untuk memperingatkan para diplomatnya agar meningkatkan tindakan pencegahan keamanan mereka.
Baca juga: Serang Pembangkit Listrik, Rusia Disebut NATO Pakai Musim Dingin untuk Buat Warga Ukraina Menderita
Belum jelas apakah pihak Rusia yang tengah berperang dengan Ukraina terlibat dalam peristiwa ini.
Oleh Nikolenko, juru bicara kementerian luar negeri Ukraina, mengatakan kedutaan mereka di ibukota Spanyol telah menerima sebuah amplop.
"Saat pemeriksaan, amplop itu meledak di tangan manajer kedutaan," kata Nikolenko dikutip The Guardian, Rabu (30/11/2022).
"Manajer tersebut mengalami luka ringan, dia dirawat di rumah sakit dan menerima bantuan medis yang diperlukan. Nyawanya tidak dalam bahaya."
Disebutkan juga bahwa tidak ada pekerja kedutaan lain yang terluka.
Karyawan tersebut lantas dibawa ke Rumah Sakit Nuestra Señora de América dan dipulangkan tidak lama kemudian.
Menurut Mercedes Gonzalez, perwakilan pemerintah Spanyol di Madrid, surat yang tidak dipindai itu menyebabkan luka kecil di jari manis tangan kanan karyawan tersebut.
Baca juga: Hasil Investigasi PBB Buktikan Kebohongan Rusia, Nyatakan Ukraina Bersih dari Isu Bom Kotor