TRIBUNWOW.COM - Sebuah video palsu yang dibuat seolah-olah berasal dari kantor berita Al Jazeera memperlihatkan berita hoaks terkait Ukraina.
Dilansir TribunWow.com, diklaim bahwa penggemar sepak bola Ukraina yang mabuk menggambarkan simbol Nazi saat menghadiri perhelatan Piala Dunia di Doha, Qatar.
Adapun tudingan tersebut sesuai dengan propaganda Rusia sebagai alasan untuk menginvasi Ukraina sehingga sejumlah warga net mengaitkan dengan negara tersebut.
Baca juga: Rekaman Tentara Ukraina Eksekusi Tahanan Rusia Terbukti Asli, Disebut Kejahatan hingga Membela Diri
Video tersebut bertanggal Minggu (20/11/2022) dan diketahui telah beredar secara online sejak Selasa (20/11/2022).
Dalam durasi kurang dari satu menit, video tersebut menyatakan bahwa tiga orang Ukraina ditahan setelah mereka melukis kumis Hitler di La'eeb, maskot Piala Dunia 2022, dan menuliskan salut Nazi di sebelahnya.
Ukraina juga dituduh menghancurkan 10 poster lain di sekitar Stadion 'Al Bayt' di Doha, tempat kejuaraan berlangsung, sebelum mereka ditahan.
Video tersebut telah dibagikan secara luas di media sosial, dengan beberapa postingan di-retweet ribuan kali.
Menurut kantor berita Al Jazeera dalam konfirmasinya, Kamis (24/11/2022), video tersebut mungkin terlihat nyata bagi mata pemula.
Gayanya mirip dengan klip media sosial Al Jazeera, tetapi mereka salah menulis ejaan nama stadion El Beit, menjadi Al Bayt.
Kantor berita tersebut juga mengklaim beberapa bahasa tidak sesuai dengan gaya jurnalisme mereka.
Adapun video tersebut dibagikan oleh sejumlah akun pendukung Rusia meskipun tak jelas apakah pemerintah Moskow berada di balik hoaks tersebut.
Baca juga: Bos Keamanan Siber Inggris Buka-bukaan Kondisi Perang Hacker Rusia Vs Ukraina dan Negara Barat
Berikut sejumlah poin yang disoroti oleh Al Jazeera terkait video tersebut.
1. Video dimulai dengan beberapa detik cuplikan yang menunjukkan kerumunan penggemar di Doha. Tanda air Al Jazeera terlihat di sudut, upaya untuk membuktikan keasliannya.
2. Wajah ketiga tersangka 'Ukraina' tidak ditampilkan sama sekali.
3. Sebaliknya, ada gambar pria bersorak dengan bendera Ukraina yang belum tentu diambil di Qatar atau setelah perang dimulai pada Februari, karena diketahui bahwa pria berusia 18 hingga 60 tahun tidak diizinkan meninggalkan Ukraina.