Polisi Tembak Polisi

Ferdy Sambo Tahan Tangis Minta Maaf ke Anak Buah: Adik-adik Ini Enggak Salah, Saya yang Salah

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo menahan air mata saat mengucapkan permintaan maaf pada rekan-rekan dan anak buahnya anggota Polri dalam persidangan lanjutan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022).

Ia pun merasa dihantui rasa bersalah setiap kali berhubungan dengan para aparat yang terdampak perbuatannya.

"Saya sangat menyesal, jadi saya sekali lagi mohon maaf. Saya sudah sampaikan ini di depan komisi kode etik, mereka tidak salah," tegas Ferdy Sambo.

"Mereka hanya secara psikologis pasti akan tertekan dalam proses penyampaian saya. Saya akan bertanggung jawab, saya sudah sampaikan, tapi mereka tetap diproses mutasi dan demosi."

"Sehingga saya setiap berhubungan dengan penyidik dan adik-adik saya, saya pasti akan merasa goyah dan bersalah."

Mantan jenderal bintang tiga itu kemudian menyerahkan microphone ke pengacaranya dan menundukkan kepala seraya mengerjap-kerjapkan mata.

Baca juga: Alasan Jaksa Erna Normawati yang Garang Cecar Putri Candrawathi Didepak dari Kasus Brigadir J

Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 02.18:

Ridwan Soplanit: Saya juga Korban Prank

Sebelumnya, Mantan Kanit Reskrim Polres Metro Jaksel, AKBP Ridwan Soplanit menyatakan terdakwa Ferdy Sambo ikut menembak korban Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Dilansir TribunWow.com, ia juga mengaku telah menjadi korban rekayasa skenario yang disusun Ferdy Sambo.

Dengan nada tinggi, Ridwan Soplanit menyatakan bahwa ia telah memberikan kesaksian secara sebenar-benarnya.

Baca juga: Ferdy Sambo Benarkan Dugaan Kabareskrim Agus Andrianto Terlibat Kasus yang Diungkap Ismail Bolong

Pernyataan tersebut diungkap Ridwan Soplanit saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (21/11/2022).

Kepada majelis hakim dan jaksa, ia mengatakan bahwa kasus yang terjadi di TKP Duren Tiga, Jakarta Selatan bukanlah aksi tembak menembak.

Melainkan pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo dan ajudannya, Richard Eliezer alias Bharada E.

Ridwan Soplanit yang awalnya merasa ragu menjawab pertanyaan hakim dan jaksa, menyebut bahwa Ferdy Sambo ikut menembak.

"Bukan terjadi peristiwa tembak-menembak, Yosua ditembak," kata Ridwan Soplanit dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Kamis (14/11/2022).

Halaman
123