Menurut Ibrahim, kemacetan yang terjadi ternyata bukan berasal dari penumpukan kendaraan, melainkan karena banyak dicegat warga yang meminta bantuan yang dibawa.
"Sebenarnya kalau macet karena bongkar muat bantuan itu hanya sebentar saja. Mereka bongkar mobil jalan," beber Ibrahim dikutip TribunnewsDepok.com, Kamis (24/11/2022).
Baca juga: Terisolasi akibat Gempa Cianjur, Saudagar Beras Ini Relakan Stok Dagangan untuk Beri Makan Pengungsi
Ia mengaku menempuh perjalanan yang seharusnya hanya 15 menit menjadi 2 jam dan sampai di Desa Mangunkerta pada sekitar pukul 16.00 WIB.
Ibrahim menuturkan kondisi memprihatinkan para warga Mangunkarta yang bahkan tak memiliki terpal untuk membuat tenda.
Para pengungsi tersebut bahkan meminta spanduk yang dibawa oleh relawan untuk dijadikan tempat bernaung.
Mereka juga mengaku hanya bisa makan dari sisa hasil pertanian selama dua hari terisolasi akibat gempa.
Untuk menghemat bahan makanan, warga terpaksa makan satu kali sehari karena tak tahu kapan bantuan akan datang untuk mereka.
Sebelumnya, aksi pencegatan yang dilakukan tiga orang warga sempat viral di media sosial.
Humas Polres Cianjur, Ipda Nanang Suryana, membeberkan bahwa tiga warga asal Desa Padaluyu tersebut sudah diberi pembinaan dan dipulangkan.
"Mereka tadi sempat dibawa ke Mapolres Cianjur untuk diberikan pembinaan, tetapi ketiganya sudah dipulangkan kembali," kata Nanang dikutip TribunJabar.id, Rabu (23/11/2022).
Sementara itu, sang kepala desa, Desi Susilawati membantah warganya melakukan penjarahan.
Menurutnya, warga tersebut terpaksa mencegat mobil logistik karena desanya sendiri masih kekurangan bantuan.
"Bukan dijarah, saya tau karakter warga saya sendiri," kata Desi.
"Saat ini juga di desa cuman ada tujuh terpal, tenda hanya ada satu. Bantuan dari kemari cuma lewat saja, padahal kita masih membutuhkan, jadi warga terpaksa menghentikan mobil logistik," lanjutnya.(TribunWow.com/Via)