Gempa di Cianjur

Berita Ridwan Kamil, Atasi Pencegatan Bantuan Gempa Cianjur dengan Data Terpadu: Namanya Pisodapur

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil melakukan peninjauan ke lokasi terdampak gempa di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa, (22/11/2022).

TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan peringatan kepada para oknum yang mencegat bantuan logistik untuk para korban gempa di Cianjur, Jawa Barat.

Dilansir TribunWow.com, Ridwan Kamil juga meminta para pemberi bantuan untuk melapor terlebih dahulu ke Pendopo Bupati agar mendapat pengawalan.

Selain itu, Ridwan Kamil juga telah menyusun sistem informasi terpadu untuk mempercepat pemerataan bantuan hingga ke desa-desa terpencil.

Baca juga: Berita Ridwan Kamil: Korban Tewas Gempa Cianjur Capai 268 Jiwa, RK Rinci Kebutuhan 58 Ribu Pengungsi

Sebagaimana diketahui, banyak laporan dari para relawan terkait adanya pencegatan oleh oknum warga di sejumlah jalan.

Selain meminta logistik yang dibawa, para warga tersebut bahkan secara terang-terangan meminta uang.

"Saya sampaikan, satu jangan coba-coba untuk menghadang bantuan pasti ditangkap polisi, Polres Cianjur," kata Ridwan Kamil dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Jumat (25/11/2022).

"Dua, kalau butuh bantuan hubungi posko pengungsian terpusat yang terdekat atau datang kesini."

Warga Kampung Kabandungan, Desa Padaluyu, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur yang viral karena mencegat mobil bantuan untuk korban gempa. (Tangkapan layar video Twitter)

Baca juga: Berita Ridwan Kamil: Bantuan Gempa Cianjur Dicegat, RK Bagikan Nomor Hp Kapolda Jabar untuk Laporan

Lebih lanjut, Ridwan Kamil juga menyinggung adanya bantuan dari Malaysia sebesar Rp 750 juta.

"Yang berikutnya yang ingin saya sampaikan adalah kami juga kedatangan Duta Besar Malaysia memberi bantuan Rp 750 juta kurang lebih dari warga Malaysia yang merasakan duka cita untuk masyarakat Cianjur."

Lebih lanjut, dalam konferensi pers di kantor Bupati Cianjur, Jawa Barat tersebut, Ridwan Kamil menyampaikan adanya sistem Pisodapur.

Sistem tersebut merupakan pendataan terpusat untuk merinci distribusi dan kebutuhan warga korban gempa.

"Kemudian yang terpenting mulai besok kita akan ada pusat data namanya Pisodapur, Pusat Informasi Koordinasi Data Bencana Cianjur, biar gampang diingat," beber Ridwan Kamil.

Menurut Ridwan Kamil, pusat data tersebut nantinya berbentuk peta di mana kebutuhan para korban akan ditandai dengan warna.

Merah sebagai tanda bahwa daerah tersebut sudah masuk dalam laporan, kuning sudah ada tindakan, dan hijau jika daerah dalam peta tersebut sudah menerima bantuan.

Ridwan Kamil juga meminta agar para pemberi bantuan disiplin melapor ke kantor Bupati.

Sehingga, pemerintah bisa memberikan bantuan berupa pengawalan agar tidak terjadi pencegatan di jalan.

"Bagi yang ingin bantu Cianjur lapor dulu di Pendopo Bupati karena ada layanan dikawal polisi supaya nanti titik lokasinya tepat sasaran ke lokasinya aman, kalau mau langsung silakan tapi ada risiko kami tidak bisa antisipasi," tandasnya.

Baca juga: Berita Ridwan Kamil: Bersama Jokowi Kunjungi Korban Gempa Cianjur, Disambut Ratapan hingga Tangisan

Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:

Pengungsi Gempa Cianjur Terpaksa Makan Sekali Sehari

Distribusi bantuan untuk warga terdampak gempa di Cianjur, Jawa Barat, mengalami sejumlah hambatan.

Dilansir TribunWow.com, tak hanya karena akses jalan yang tertutup, perilaku warga yang mencegat mobil pembawa bahan makanan pokok juga turut menimbulkan keresahan.

Bahkan sebagai akibatnya, warga di desa Mangunkarta, Cianjur, terpaksa hanya makan sekali sehari akibat belum tersentuh bantuan pemerintah maupun swasta.

Baca juga: Viral Detik-detik Warga Cegat Mobil Pembawa Bantuan Korban Gempa Cianjur, Ini Kata Kades dan Polisi

Kejadian miris tersebut dituturkan seorang relawan bernama Ustaz Ibrahim yang sempat mengalami pencegatan.

Pada Rabu (23/11/2022) sekira pukul 14.00 WIB, ia mengirim bahan makanan pokok yang dihimpun oleh Yayasan Permata Hati Jauhari untuk membantu desa-desa terpencil.

Mereka memulai perjalanan dari Nagrak, Cugenang, Cianjur, untuk menuju ke Desa Mangunkerta.

Namun, pada 2 km sebelum mencapai tujuan, mobil Ibrahim dicegat oleh warga di tengah jalan.

Para warga tersebut mengatakan bahwa bantuan sembako ke Mangunkerta sudah penuh.

Lantaran jalan ke desa tersebut tersendat, Ibrahim pun sempat percaya dan mengira bahwa ada penumpukan truk berisi bantuan di Desa Mangunkerta.

Namun, ia kemudian merasa sangsi lantaran desa yang dituju letaknya sangat jauh berada di ujung jalan Gatot Mangkupraja, sehingga diyakini tak mungkin mendapat bantuan lebih dulu.

Benar saja, saat Ibrahim nekat melanjutkan perjalanan, ia mendapati fakta bahwa desa tersebut belum terjangkau bantuan dan relawan pemerintah maupun swasta.

Menurut Ibrahim, kemacetan yang terjadi ternyata bukan berasal dari penumpukan kendaraan, melainkan karena banyak dicegat warga yang meminta bantuan yang dibawa.

"Sebenarnya kalau macet karena bongkar muat bantuan itu hanya sebentar saja. Mereka bongkar mobil jalan," beber Ibrahim dikutip TribunnewsDepok.com, Kamis (24/11/2022).

Kondisi Desa Mangunkarta Cianjur, Jawa Barat yang luluh lantak diguncang gempa belum menerima bantuan selama dua hari, Rabu (23/11/2022). (Warta Kota/Desyselviany)

Baca juga: Terisolasi akibat Gempa Cianjur, Saudagar Beras Ini Relakan Stok Dagangan untuk Beri Makan Pengungsi

Ia mengaku menempuh perjalanan yang seharusnya hanya 15 menit menjadi 2 jam dan sampai di Desa Mangunkerta pada sekitar pukul 16.00 WIB.

Ibrahim menuturkan kondisi memprihatinkan para warga Mangunkarta yang bahkan tak memiliki terpal untuk membuat tenda.

Para pengungsi tersebut bahkan meminta spanduk yang dibawa oleh relawan untuk dijadikan tempat bernaung.

Mereka juga mengaku hanya bisa makan dari sisa hasil pertanian selama dua hari terisolasi akibat gempa.

Untuk menghemat bahan makanan, warga terpaksa makan satu kali sehari karena tak tahu kapan bantuan akan datang untuk mereka.

Sebelumnya, aksi pencegatan yang dilakukan tiga orang warga sempat viral di media sosial.

Humas Polres Cianjur, Ipda Nanang Suryana, membeberkan bahwa tiga warga asal Desa Padaluyu tersebut sudah diberi pembinaan dan dipulangkan.

"Mereka tadi sempat dibawa ke Mapolres Cianjur untuk diberikan pembinaan, tetapi ketiganya sudah dipulangkan kembali," kata Nanang dikutip TribunJabar.id, Rabu (23/11/2022).

Sementara itu, sang kepala desa, Desi Susilawati membantah warganya melakukan penjarahan.

Menurutnya, warga tersebut terpaksa mencegat mobil logistik karena desanya sendiri masih kekurangan bantuan.

"Bukan dijarah, saya tau karakter warga saya sendiri," kata Desi.

"Saat ini juga di desa cuman ada tujuh terpal, tenda hanya ada satu. Bantuan dari kemari cuma lewat saja, padahal kita masih membutuhkan, jadi warga terpaksa menghentikan mobil logistik," lanjutnya.(TribunWow.com/Via)

Baca artikel lain terkait