Ia kemudian tertawa ketika ditanya apakah Kuat dan Putri memiliki hubungan lebih seperti teman tapi mesra (TTM).
"Enggak ada, hoaks saja itu, enggak ada bukti," beber Irwan.
Ia juga membantah tudingan bahwa Kuat telah melakukan provokasi pada Ferdy Sambo untuk membunuh Brigadir J.
"Dalam rentang waktu yang dimaksud dalam peristiwa Magelang sampai Duren Tiga, hanya sekali komunikasi FS dengan Kuat," tutur Irwan.
"Itu disampaikan di dakwaan, 'Kuat, panggil si Ricky sama Yosua ke dalam', hanya itu komunikasinya, kan tidak bisa disebut sebagai kompor."
Menurut Irwan, Kuat hanyalah sekadar ART yang tidak bisa memikirkan strategi licik untuk melakukan kejahatan.
"Saya kira bukan kelas Kuatlah, Kuat ini pendidikannya pas-pasan, kemampuan berpikirnya juga saya kira sebagai sopir dan asisten rumah tangga tidak sampai sanalah nalarnya bisa mempengaruhi seorang jenderal seperti itu," tandasnya.
Baca juga: Lihat PC Menangis Jadi Motivasi Kuat Maruf Minta Putri Candrawathi Laporkan Brigadir J ke Sambo
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 02.21:
PC: Yosua Sadis Sekali Sama Aku
Sebelumnya diberitakan PC disebut sempat berbincang kepada KM dan Susi seusai dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J terjadi.
PC kala itu mengaku sempat diperlakukan sadis oleh Brigadir J di rumah Magelang, Jawa Tengah.
Dikutip TribunWow dari Kompastv, informasi ini disampaikan oleh pengacara KM, Irwan Irawan.
Irwan menjelaskan, setelah ditemukan tergeletak di luar kamar, PC dibantu dipapah oleh Susi dan KM kembali ke kamar.
Seusai di dalam kamar, PC mengaku kepada KM dan Susi telah diperlakukan sadis oleh Yosua.
"Ibu (PC) menyampaikan, Yosua sadis sekali sama aku," jelas Irwan.