Sementara, karyawan lain yang ditahan sekitar dua minggu lalu dibebaskan baru-baru ini.
Ukraina mengklaim pasukan Moskow menculik staf pabrik dan mengatakan baru-baru ini bahwa sekitar 50 karyawan ditahan dalam penawanan.
Rusia dan Ukraina telah menuduh satu sama lain menembaki PLTN, memicu kekhawatiran akan bencana nuklir.
IAEA telah melakukan kontak dengan Moskow dan Kyiv untuk membentuk zona keamanan di sekitar PLTN.
Baca juga: Jadi Tawanan Perang Rusia, 108 Perempuan Ukraina Mengaku Disiksa hingga Dilecehkan Berjam-jam
Penjelasan terkait Bom Kotor
Sebelumnya, Rusia bersikeras bahwa Ukraina akan menggunakan bom radioaktif untuk mencemari lingkungan.
Dilansir TribunWow.com, senjata terlarang yang dijuluki 'dirty bom' tersebut kabarnya akan digunakan Ukraina untuk memfitnah Rusia.
Lantas, apa sebenarnya dirty bom tersebut?
Baca juga: Penyiar Rusia Dicekal Buntut Seruan untuk Tenggelamkan Anak-anak dan Rudapaksa Nenek-nenek Ukraina
Dikutip media Rusia Tass, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan risiko Kiev menggunakan dirty bom atau bom kotor, akan menjadi agenda pertemuan Dewan Keamanan PBB.
"Masalah ini akan dibahas di Dewan Keamanan PBB hari ini atau besok," kata Lavrov di sela-sela pertemuan tahunan ke-19 klub diskusi internasional Valdai pada hari Senin (24/10/2022).
Dia menekankan bahwa Rusia memiliki bukti yang dapat diandalkan bahwa Ukraina mungkin merencanakan provokasi yang melibatkan penggunaan bom kotor.
"Informasi terperinci yang menunjukkan institusi yang mungkin ditugaskan untuk tujuan ini disampaikan melalui menteri pertahanan Rusia (Sergey Shoigu) selama kontaknya dengan rekan-rekannya di Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Turki. Lebih banyak kontak direncanakan antara kementerian pertahanan kami," dia melanjutkan.
Lavrov menunjukkan bahwa penyangkalan tak berdasar oleh rekan-rekan Barat bahwa ini adalah kepalsuan dan bahwa Rusia sendiri berencana untuk melakukan hal serupa untuk kemudian menyalahkan rezim (Presiden Ukraina Vladimir) Zelensky tidak serius.
"Beberapa mitra kami benar-benar menyarankan diskusi tentang informasi yang kami miliki di tingkat militer profesional. Ini adalah semacam pendekatan yang kami dukung," simpul Lavrov.
Baca juga: Pastikan Rusia Siap Totalitas di G20, Lavrov Buka Suara soal Kehadiran Putin di Bali
Sementara itu, seperti yang dilaporkan The Moscow Times, bom kotor diketahui adalah bom konvensional yang dicampur dengan bahan radioaktif, biologis atau kimia yang disebarkan dalam ledakan.