Konflik Rusia Vs Ukraina

PBB Mulai Investigasi Dugaan Penggunaan Bom Kotor oleh Ukraina untuk Buktikan Tudingan Rusia

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tiba di Ukraina dan melakukan kunjungan ke kota-kota yang hancur diduga menjadi sasaran kejahatan perang Rusia, Kamis (28/4/2022). Terbaru, PBB lakukan investigasi untuk menguji kebenaran tudingan Rusia soal bom kotor di Ukraina, Selasa (1/11/2022).

TRIBUNWOW.COM - Pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memulai inspeksi di Ukraina.

Dilansir TribunWow.com, investigasi itu dilakukan sebagai bagian dari verifikasi independen atas tuduhan Rusia bahwa Ukraina memproduksi senjata radioaktif yang disebut bom kotor.

Adapun hasil pemeriksaan tersebut akan segera diumumkan dalam waktu dekat.

Baca juga: Konflik Memanas, Rusia Sebut Ukraina akan Lakukan Serangan Provokatif dan Gunakan Bom Terlarang

Dilaporkan Al Jazeera, Selasa (1/11/2022), Inspektorat Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah memulai dan akan segera menyelesaikan kegiatan verifikasi di Ukraina.

Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengatakan pada akhir pekan ini, ia akan memberikan kesimpulan awalnya tentang kegiatan verifikasi terbaru di dua lokasi.

Inspeksi tersebut mengikuti permintaan tertulis dari pemerintah Ukraina untuk mengirim tim IAEA ke sana.

Permintaan tersebut dilakukan setelah Rusia menuduh Ukraina bersiap menggunakan bom kotor terhadap pasukan Moskow.

Pihak berwenang Ukraina telah membantah keras tuduhan itu dan menyebutnya sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari rencana Moskow sendiri untuk meledakkan bom kotor untuk membenarkan eskalasi permusuhannya sendiri.

Badan itu mengatakan pekan lalu bahwa mereka telah memeriksa salah satu dari dua lokasi sebulan yang lalu dan tidak ada kegiatan atau bahan nuklir yang ditemukan di sana.

Sebagai informasi, bom kotor adalah bom konvensional yang dicampur dengan bahan radioaktif, biologis atau kimia yang nantinya akan tersebar dalam ledakan.

Tentara Ukraina mencari sisa peluru yang tidak meledak setelah bertempur dengan pasukan Rusia di Kyiv, Ukraina, pada Sabtu (26/2/2022). (AFP/ Sergei Supinsky)

Baca juga: Benci Putin, Miliarder dan Elite Rusia Ramai-ramai Ajak Pindah Kewarganegaraan Buntut Perang Ukraina

Kamis lalu Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan IAEA untuk memeriksa situs nuklir Ukraina secepat mungkin.

Putin mengatakan pemerintah di Kyiv ingin menutupi jejak produksi 'bom kotor', dan mengklaim dia juga tahu kira-kira di mana pembuatan itu berlangsung.

Adapun IAEA dalam pernyataan Senin juga mendesak pembebasan seorang karyawan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, yang ditahan sekitar dua minggu lalu.

Karyawan di fasilitas atom terbesar di Eropa tersebut ditangkap oleh pasukan Rusia pada bulan Maret di hari-hari awal invasi.

Grossi sekali lagi menekankan situasi genting PLTN, termasuk keprihatinannya terhadap kondisi kerja yang semakin sulit dan penuh tekanan bagi personel operasi pabrik Ukraina.

Halaman
123