Konflik Rusia Vs Ukraina

Mundur dari Chernobyl, Tentara Rusia Disebut Bisa Menyebarkan Kontaminasi Radioaktif ke 3 Negara

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tanda peringatan bahaya nuklir di wilayah terlarang Chernobyl, Ukraina, Jumat (1/4/2022). Terbaru, pasukan Rusia dikhawatirkan akan sebarkan kontaminasi radioaktif.

TRIBUNWOW.COM - Pejabat Ukraina menyebut pasukan militer Rusia yang mundur dari Chernobyl berpotensi menyebarkan kontaminasi nuklir ke Ukraina, Belarusia, dan Rusia.

Pasalnya, para tentara tersebut diketahui telah berinteraksi langsung dengan material radioaktif di wilayah bencana nuklir tersebut.

Sehingga dikhawatirkan akan adanya efek buruk radiasi yang bisa membahayakan kesehatan.

Pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl ditutup setelah peristiwa ledakan yang terjadi pada 1986. (newscientist via Kompas.com)

Baca juga: Minta 100.000 Tentara, Polandia Sanggup Jadi Markas Senjata Nuklir AS Buntut Invasi Rusia ke Ukraina

Baca juga: Kesaksian Warga dari Kota yang Ditinggalkan Rusia, Lukiskan Kengerian selama Invasi di Ukraina

Dilansir TribunWow.com dari Sky News, Senin (4/4/2022), Rusia menduduki lokasi bencana nuklir tahun 1986 itu di awal invasi dengan 1.500 tentara dan kendaraan lapis baja.

Meskipun tanahnya sangat terkontaminasi, pasukan Rusia sempat diperintahkan untuk melakukan penggalian.

Bahkan, kegiatan tersebut dilakukan di Hutan Merah yang merupakan tempat paling terlarang di wilayah tersebut.

"Ada cukup banyak parit," kata Yavneh Kramarenko, kepala agensi Manajemen Zona Ekslusi Ukraina kepada Sky News.

"Dan mereka menggali parit di banyak tempat berbeda."

"Tapi saya mengerti bahwa yang paling berbahaya adalah kayu merah yang paling banyak terkontaminasi."

Lebih buruk lagi, pihak Ukraina mengatakan peralatan pendeteksi radiasi milik Rusia yang mereka temukan, merupakan buatan tahun 1950-an dan tidak berfungsi.

Kramarenko pun menyimpulkan para tentara tersebut tak mendapat intruksi jelas mengenai bahaya radiasi nuklir di wilayah itu.

"Ini 100% bodoh. Ini konyol karena kita tahu bahwa mereka tidak siap. Jika mereka diberi pedoman yang jelas, mereka mungkin tidak akan terkena radiasi," kata Kramarenko.

Ketika reaktor Chernobyl meledak di tahun 1986, bahan radioaktif tersebar di zona terlarang.

Akses ke daerah tersebut telah dikontrol dengan ketat dalam beberapa dekade sejak itu.

Tetapi staf di Chernobyl mengatakan mereka menghitung 10.000 kendaraan Rusia meninggalkan Ukraina melalui Chernobyl dalam lima hari terakhir perang.

Halaman
123