TRIBUNWOW.COM - Samuel Hutabarat masih mempertanyakan alasan pembunuhan terhadap anaknya, Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Dilansir TribunWow.com, Samuel mengaku tak menduga istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, yang dianggap seperti ibu oleh Brigadir J, ikut terlibat.
Namun, ia meyakini pasti ada alasan mengapa penyidik Polri menjatuhkan pasal 340 KUHP tentang pasal pembunuhan berencana terhadap Putri seperti halnya pada Ferdy Sambo.
Baca juga: Beda dengan Komnas HAM, LPSK Yakin Putri Candrawathi Bukan Korban Pelecehan Brigadir J
"Menurut penilaian saya mungkin sudah ada fakta-fakta yang ditemukan penyidik, bahwa (pasal) 340 (KUHP) itu ditimpakan kepada dia, keikutsertaan dia di rencana pembunuhan," ungkap Samuel dikutip kanal YouTube tvOneNews, Kamis (27/10/2022).
"Dari kronologi atau olah TKP kemarin kan kita sudah melihat ibu Putri itu ada di TKP waktu itu. Otomatis dia mengetahui rencana ini semua."
Samuel menduga ada indikasi kesengajaan bahwa Putri membiarkan atau malah menginisiasi pembunuhan tersebut.
Pasalnya, Putri yang juga berada di lokasi pembunuhan dan disinyalir mengetahui rencana tersebut, tidak melakukan pencegahan.
Justru, ia bersama tiga terdakwa lain ajudan Richard Eliezer (Bharada E), Ricky Rizal (Bripka RR) dan ART Kuat Maruf, menjadi pelaku yang membawa Brigadir J ke TKP.
"Kalau memang ada niat baik dia (sebagai) seorang ibu, (punya) naluri seorang ibu otomatis dia mencegahnya," ucap Samuel.
"Karena setahu saya naluri seorang ibu itu sangat halus," imbuhnya.
Baca juga: Bukan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi Justru Pelaku Utama? Pengacara Brigadir J: Perannya Jelas
Awalnya, keluarga Brigadir J masih menganggap bahwa Putri hanyalah korban dari skenario suaminya karena mengetahui hubungan baiknya dengan korban.
Namun, Samuel tak menyangka bahwa Putri ternyata diduga kuat ikut dalam permufakatan jahat yang dibuat Ferdy Sambo.
"Memang di luar dugaan. Menurut cerita anak kita Yosua ini, hubungan orang itu selaku atasan dengan bawahan begitu baik," beber Samuel.
"Tiba-tiba kita dengar cerita model ini, bahwa anak kita sudah terbunuh secara sadis, menurut luka-luka yang saya lihat sesudah sampai di Jambi, kok jadi begini? kok sesadis ini?"
Samuel pun bertanya-tanya sebesar apa kesalahan anaknya sehingga harus menerima siksaan dan meninggal karena dibunuh.