Konflik Rusia Vs Ukraina

Pakar Pertahanan di Inggris Prediksi Konflik Rusia dan Ukraina akan Berlangsung hingga 50 Tahun

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Potret sebuah taman di Ukraina menjadi target serangan misil Rusia pada Senin (10/10/2022). Terbaru, pakar pertahanan asal Inggris memprediksi perang akan terus terjadi hingga puluhan tahun ke depan yang diselingi gencatan senjata namun tak bertahan lama.

TRIBUNWOW.COM - Mantan direktur jenderal Royal United Services Institute (RUSI), Profesor Michael Clarke memprediksi adanya kemungkinan konflik antara Rusia dan Ukraina dapat berlangsung hingga 50 tahun ke depan.

Prof. Clarke menjelaskan Ukraina saat ini memiliki kemampuan untuk memukul mundur pasukan militer Rusia.

Dikutip TribunWow dari skynews, Prof. Clarke menjelaskan saat ini adalah episode kedua konflik antara Ukraina dan Rusia, yang mana episode pertama perang terjadi pada tahun 2014 saat Rusia menganeksasi Krimea.

Baca juga: Diklaim Berhasil, Rusia Ungkap Target Serangan Misil Gelombang 2 di Ukraina pada Selasa

Prof. Clarke menduga tahun depan akan ada gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina.

Namun gencatan senjata tersebut tak akan bertahan lama hingga akhirnya pecah perang episode tiga yang nantinya akan dilanjutkan gencatan senjata lagi hingga akhirnya kembali pecah perang.

Prof. Clarke menyebut Rusia tidak akan mengakui adanya negara Ukraina dan mereka tidak akan mengubah pemikirannya.

"Ini kemungkinan akan menjadi perjuangan generasi. Katakanlah itu akan berlangsung 30,40 atau 50 tahun," ungkapnya.

Menurut Prof. Clarke harus ada perubahan besar di sektor keamanan di Eropa, jika tidak konflik akan terjadi selamanya.

Prof. Clarke juga tak menutupi kemungkinan Ukraina merebut kembali wilayah mereka.

Tetapi nantinya para warga Ukraina harus siap hidup di bawah ancaman tetangga mereka yakni Rusia.

"Dan jika ada perang ketiga, itu mungkin akan lebih sulit daripada yang kedua karena pada saat itu keduanya akan mempersenjatai diri," pungkas Prof. Clarke.

Baca juga: Warga Rusia Pro Perang Rayakan Serangan Misil ke Ukraina, Ada yang Joget hingga Kadyrov Ngaku Senang

Pasukan militer Rusia di bulan Oktober 2022 ini menjadi lebih agresif dibandingkan sebelumnya.

Pada Senin (10/10/2022), Rusia melakukan serangan misil serentak ke sejumlah wilayah di Ukraina.

Dikutip TribunWow dari rt, lalu pada keesokannya yakni pada Selasa (11/10/2022), Rusia kembali melancarkan serangan misil ke sejumlah target.

Pada serangan gelombang ke-2 yakni Selasa, Kementerian Pertahanan Rusia menyebut telah menghancurkan markas dan fasilitas militer milik Ukraina.

Halaman
1234