Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terang-terangan membeberkan hubungannya dengan eks Kadiv Propam Ferdy Sambo.
Dilansir TribunWow.com, tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J itu rupanya kerap mendampingi Listyo Sigit.
Namun, di samping hubungan akrab mereka, Listyo Sigit tetap saja menjadi korban kebohongan Ferdy Sambo.
Baca juga: Buntut Kasus Ferdy Sambo, Kapolri Minta Bawahan Berani Tegur Atasan: Ikan Busuk Mulai dari Kepala
Adapun kedekatan antara sang Kapolri dan Kadiv Propam sebatas karena jabatan mereka di internal Polri.
Karena bertugas mengamankan pimpinan, Ferdy Sambo pun kerap menemani Listyo Sigit dalam berkegiatan.
"Terhadap Ferdy Sambo selaku pejabat utama yang ada di Mabes tentunya cukup dekat," aku Listyo Sigit dikutip dari kanal YouTube metrotvnews, Rabu (21/9/2022).
"Karena memang tugas Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam, salah satunya melakukan pengamanan dan pengawalan internal terhadap pimpinan."
"Otomatis dalam setiap kegiatan saya, Ferdy Sambo lebih banyak bersama saya dibandingkan dengan pejabat utama yang lain."
Baca juga: Jawaban Kapolri soal Isu Konsorsium 303 Ferdy Sambo hingga Temuan Uang Rp 900 Miliar di Bunker
Meski begitu, Listyo Sigit mengaku tak merasa ragu ketika harus mencopot Ferdy Sambo dari jabatannya.
Ia menegaskan tak akan pandang bulu, apalagi mengingat Kadiv Propam seharusnya menjadi contoh bagi polisi lain.
Meski tergolong dekat, Ferdy Sambo ternyata tetap membohongi Listyo Sigit dengan skenario tembak-menembak.
Bahkan ketika ditanya sebanyak lima kali, ia bersikeras tidak terlibat pembunuhan Brigadir J.
"Saya di awal dibohongi," beber Listyo Sigit sembari sedikit tersenyum.
"Tapi saya sampaikan ke yang bersangkutan untuk bicara jujur saat itu, dia menyampaikan bahwa faktanya seperti itu."
"Saya tanya berkali-kali, mungkin sampai lima kali, terakhir saat mau kita patsuskan (ditahan di tempat khusus), dia masih mempertahankan."
Akhirnya, Ferdy Sambo bersedia mengakui kejahatannya hingga kemudian ditetapkan sebagai tersangka.
Listyo Sigit pun menilai kebohongan tersebut merupakan pilihan mantan rekannya yang akan menuai konsekuensi di masa depan. (TribunWow.com/Anung/Via)