Momen tersebut juga mengundang isak tangis mereka yang hadir, termasuk dekan, rektor, dan para pendamping keluarga.
Seusai acara, Samuel didampingi Irma Hutabarat, dan kuasa hukum keluarga Ramos Hutabarat memberikan keterangan.
Ia berterima kasih atas bantuan dari pihak Universitas Terbuka yang bersedia memfasilitasi sehingga ia dapat hadir di acara tersebut.
Samuel juga mengungkapkan perasaan dan arti tangisannya ketika berdiri di podium.
"Kita selaku orangtua sangat terharu, kita mengingat membesarkan almarhum mulai dari kecil hingga di akhir hidupnya," tutur Samuel dikutip kanal YouTube KOMPASTV.
"Kita mengingat semua perjuangan orangtua, apalagi kami boleh dibilang bukan orang berada."
"Inilah kesedihan yang saya rasa secara pribadi atau keluarga besar, sesudah dia berjuang untuk mendapatkan sarjananya, sayalah yang menggantikan almarhum. Sangat sedih," ungkapnya.(TribunWow.com/Via)