Karenanya, Martin yakin bahwa Brigadir J masih hidup sebelum kemudian kepalanya ditembak oleh Ferdy Sambo.
"Sebetulnya kita lihat dari tiga kali tembakan Bharada E itu, Yosua belum meninggal," ujar Martin.
"Dan kami yakin meninggal itu karena ditembak FS dari belakang," tandasnya.
Baca juga: Adegan Pelecehan PC oleh Brigadir J Tak Ada Dalam Rekonstruksi, Pakar: Menimbulkan Banyak Pertanyaan
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 02.52:
Ferdy Sambo Sempat Hampiri Jenazah Brigadir J
Sejumlah adegan telah dilakukan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang dilakukan di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Jl. Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Selasa (30/8/2022).
Dari beberapa adegan rekonstruksi, tampak Ferdy Sambo memeragakan dirinya mendatangi jenazah Brigadir J seusai korban tewas ditembak berkali-kali oleh Richard Eliezer alias Bharada E.
Dikutip TribunWow, adegan rekonstruksi ini disiarkan langsung oleh YouTube Polri TV Radio meskipun hanya visual tanpa suara.
Dari beberapa adegan detik-detik penembakan Brigadir J, tampak Bharada E mengacungkan pistol ke arah korban yang terlihat ketakutan.
Brigadir J yang diperankan oleh pemeran pengganti terlihat membungkuk menunjukkan gestur memohon.
Adegan penembakan ini terjadi sesuai tersangka Bripka Ricky Rizal alias RR memanggil Brigadir J yang kala itu berada di halaman rumah agar masuk ke ruang tengah.
Tersangka Kuat Maruf alias KM turut menyaksikan bagaimana RR memanggil Brigadir J.
Dalam adegan selanjutnya, terlihat adegan penembakan diulang kali ini hadir Ferdy Sambo dan Bharada E diperankan oleh pemeran pengganti.
Pada adegan ini, Sambo menunjukkan bagaimana Bharada E terus menembaki Brigadir J meski korban telah menunjukkan gestur ketakutan dan meminta ampun.
Selanjutnya setelah Brigadir J tersungkur di pinggir tangga, Sambo tampak menghampiri jenazah Yosua.
Tidak terlihat jelas apa yang dilakukan oleh Sambo terhadap jenazah Brigadir J.
Namun diduga pada saat itu Sambo merampas pistol Brigadir J yang kemudian ia gunakan untuk menembaki dinding di atas tangga.
Hal tersebut sudah pernah dijelaskan oleh pihak kepolisian dilakukan Sambo untuk merekayasa kasus.(TribunWow.com/Via/Anung)