Polisi Tembak Polisi

Ferdy Sambo Diyakini Sebabkan Kematian Brigadir J, Pengacara: Tembakan Terakhir Sangat Vital

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota tim kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Simanjuntak saat menuturkan perkembangan kasus pembunuhan ajudan Ferdy Sambo, Minggu (28/8/2022). Terbaru, Martin meyakini tembakan Ferdy Sambo mengakhiri nyawa Brigadir J, Rabu (31/8/2022).

TRIBUNWOW.COM - Anggota tim pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Martin Lukas Simanjuntak buka suara terkait rekonstruksi kematian korban.

Dilansir TribunWow.com, Martin menyoroti tembakan terakhir yang dilakukan tersangka Ferdy Sambo di tubuh Brigadir J.

Menurutnya, peluru terakhir di lokasi vital itulah yang menewaskan sang ajudan.

Baca juga: Detik-detik Pertemuan Bharada E, Bripka RR dan Kuat Maruf saat Rekonstruksi Kasus Brigadir J

Sebagai informasi, menurut rekonstruksi kasus versi tersangka Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Ferdy Sambo sempat ikut mengeksekusi.

Setelah menyuruh Bharada E menembak, suami Putri Candrawathi itu gantian menghabisi Brigadir J yang sudah tersungkur.

Tembakan tersebut diduga mengenai bagian kepala hingga tembus ke arah hidung.

"Pada saat rekonstruksi tetap ada terlihat bahwa FS menembak," kata Martin dikutip kanal YouTube tvOneNews, Rabu (31/8/2022).

"Justru saya lihat tembakan terakhir dilakukan oleh FS di tempat yang sangat vital."

Dari reka adegan tersebut, Martin menarik kesimpulan bahwa aksi Ferdy Sambo adalah penentu hidup matinya Brigadir J.

"Jadi menurut saya kehilangan nyawa Brigadir J itu ditentukan oleh tembakan terakhir dari FS tersebut."

Kamaruddin Simanjuntak, penasihat hukum keluarga Samuel Hutabarat menunjukkan foto jasad Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, di Bareskrim Mabes Polri, Senin (18/7/2022). Kamaruddin menuding pelaku secara bersama-sama merencanakan pembunuhan Yosua. (Istimewa via WartaKota)

Baca juga: Pertemuan Ferdy Sambo dengan Istri, Putri Candrawathi Terlihat Menangis dan Pilih Pergi Duluan

Martin memberikan bantahan terhadap skenario yang menyatakan tembakan Ferdy Sambo dilakukan setelah Brigadir J tewas.

Pasalnya, tembakan Bharada E tak ada satupun yang mengenai organ vital seperti jantung dan kepala.

"Walaupun ada narasi yang mengatakan FS menembak setelah Bharada E selesai mengeksekusi Brigadir J," ujar Martin.

"Tapi menurut saya enggak, manusia itu tidak mudah meninggal kecuali ditembak jantung atau kepala, langsung meninggal."

Sebagai informasi, hasil autopsi menyebutkan adanya bekas luka tembak di dada, tangan, sekitar leher dan kepala.

Karenanya, Martin yakin bahwa Brigadir J masih hidup sebelum kemudian kepalanya ditembak oleh Ferdy Sambo.

"Sebetulnya kita lihat dari tiga kali tembakan Bharada E itu, Yosua belum meninggal," ujar Martin.

"Dan kami yakin meninggal itu karena ditembak FS dari belakang," tandasnya.

Baca juga: Adegan Pelecehan PC oleh Brigadir J Tak Ada Dalam Rekonstruksi, Pakar: Menimbulkan Banyak Pertanyaan

Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 02.52:

Ferdy Sambo Sempat Hampiri Jenazah Brigadir J

Sejumlah adegan telah dilakukan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang dilakukan di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Jl. Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Selasa (30/8/2022).

Dari beberapa adegan rekonstruksi, tampak Ferdy Sambo memeragakan dirinya mendatangi jenazah Brigadir J seusai korban tewas ditembak berkali-kali oleh Richard Eliezer alias Bharada E.

Dikutip TribunWow, adegan rekonstruksi ini disiarkan langsung oleh YouTube Polri TV Radio meskipun hanya visual tanpa suara.

Baca juga: Momen Irjen Ferdy Sambo Peluk Erat Putri Candrawathi di Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J

Dari beberapa adegan detik-detik penembakan Brigadir J, tampak Bharada E mengacungkan pistol ke arah korban yang terlihat ketakutan.

Brigadir J yang diperankan oleh pemeran pengganti terlihat membungkuk menunjukkan gestur memohon.

Adegan penembakan ini terjadi sesuai tersangka Bripka Ricky Rizal alias RR memanggil Brigadir J yang kala itu berada di halaman rumah agar masuk ke ruang tengah.

Tersangka Kuat Maruf alias KM turut menyaksikan bagaimana RR memanggil Brigadir J.

Dalam adegan selanjutnya, terlihat adegan penembakan diulang kali ini hadir Ferdy Sambo dan Bharada E diperankan oleh pemeran pengganti.

Pada adegan ini, Sambo menunjukkan bagaimana Bharada E terus menembaki Brigadir J meski korban telah menunjukkan gestur ketakutan dan meminta ampun.

Selanjutnya setelah Brigadir J tersungkur di pinggir tangga, Sambo tampak menghampiri jenazah Yosua.

Tidak terlihat jelas apa yang dilakukan oleh Sambo terhadap jenazah Brigadir J.

Namun diduga pada saat itu Sambo merampas pistol Brigadir J yang kemudian ia gunakan untuk menembaki dinding di atas tangga.

Hal tersebut sudah pernah dijelaskan oleh pihak kepolisian dilakukan Sambo untuk merekayasa kasus.(TribunWow.com/Via/Anung)

Berita lain terkait