Putin turut mengungkit bagaimana pihaknya telah memperingatkan NATO yang melakukan ekspansi hingga ke negara-negara bekas Uni Soviet namun tidak dihiraukan.
Menurut Putin jika tujuan negara-negara barat adalah memprovokasi perang antara Rusia-Ukraina, maka mereka telah berhasil.
Namun Putin menekankan bahwa negara-negara barat telah kalah di saat Rusia meluncurkan operasi militer ke Ukraina.
"Mereka seharusnya menyadari bahwa mereka telah kalah sejak awal operasi militer spesial kami, karena dimulainya (operasi militer spesial) juga berarti awal dari kehancuran tatanan dunia AS," ungkap Putin.
Putin mengatakan, kehancuran tatanan dunia bentukan AS saat ini tidak bisa dihentikan.
Semenjak gagalnya perundingan damai di Turki, belum ada lagi agenda besar perundingan damai yang dilakukan oleh Rusia dan Ukraina.
Dikutip TribunWow.com dari rt.com, namun NATO justru meyakini konflik antara Rusia dan Ukraina akan berakhir lewat negosiasi.
Baca juga: Pakar Eks CIA Ungkap 3 Orang Terdekat Putin yang Dicurigai akan Kudeta Presiden Rusia
Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, Sabtu (25/6/2022).
"Kemungkinan besar, perang ini akan berakhir di meja negosiasi," kata Stoltenberg.
Stoltenberg menjelaskan, saat ini tanggung jawab NATO adalah untuk memastikan Ukraina memiliki posisi yang kuat saat melakukan perundingan dengan Rusia agar kedaulatan negara di Eropa tetap terjaga.
Menurut Stoltenberg, cara paling ampuh untuk membantu Ukraina adalah dengan mengirimkan bantuan militer, ekonomi, hingga sanksi terhadap musuh Ukraina yakni Rusia.
Saat ditanya kapan negosiasi damai akan terwujud, Stoltenberg menolak untuk berkomentar.
"Perdamaian selalu dapat dicapai jika Anda menyerah," kata dia.
"Namun Ukraina berperang demi kemerdekaannya, demi haknya untuk berdiri, demi hak untuk menjadi negara demokrasi tanpa menyerah kepada kekuatan Rusia."
"Dan Ukraina siap untuk membayar harga yang sangat tinggi untuk mengorbankan diri mereka demi nilai-nilai tersebut."
"Bukan hak kita untuk menjelaskan kepada mereka sejauh mana pengorbanan harus dilakukan," papar Stoltenberg.
(TribunWow.com/Anung/Via)
Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina