Konflik Rusia Vs Ukraina

Penampakan Apartemen di Ukraina yang Kena Serangan Roket Rusia, 15 Tewas dan 30 Tertimpa Puing-puing

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penampakan apartemen di Chasiv Yar, Ukraina timur, Sabtu (9/7/2022) malam seusai diserang misil pasukan militer Rusia.

Kemudian Kelin juga menyampaikan kecil kemungkinan Rusia untuk mundur dari Ukraina.

"Kami akan membebaskan seluruh Donbas," ujar Kelin.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat (AS) dicurigai Rusia sengaja membuat konflik antara Rusia dan Ukraina berlarut-larut.

Hal ini dikarenakan AS berencana mengirim lagi empat senjata sistem roket artileri mobilitas tinggi alias HIMARS.

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, Ukraina sendiri saat ini sudah memiliki delapan unit HIMARS.

Kedutaan Besar Rusia untuk AS menjelaskan, senjata HIMARS yang dikirimkan oleh AS untuk Ukraina tidak dipakai untuk bertahan namun menyerang pemukiman penduduk sipil.

"Kelompok nasionalis mengerahkan senjata yang dipasok AS untuk menghancurkan kota-kota di Donbass," ungkap Kedubes Rusia di AS.

Kedubes Rusia untuk AS menyampaikan angkatan bersenjata Ukraina sengaja mengincar pemukiman warga sipil bahkan di tempat yang tidak ada keberadaan tentara Rusia.

"Tujuan dari federasi Rusia adalah untuk mengakhiri teror rezim Kiev."

"Washington dengan kebijakannya tidak membawa perdamaian semakin dekat, namun sebaliknya, mendorong otoritas Ukraina untuk melakukan kejahatan berdarah baru."

Baca juga: Jadi Bahan Olok-olok Inggris, Putin Disebut Paksa Tentara Rusia Gunakan Traktor sebagai Tank

Sementara itu Kementerian Pertahanan AS berdalih senjata kiriman AS krusial bagi Ukraina untuk melawan gempuran artileri pasukan militer Rusia.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin berpendapat konflik yang terjadi di Ukraina saat ini terjadi karena ulah Amerika Serikat dan NATO.

Vladimir Putin mengungkit bagaimana Rusia telah berusaha melakukan berbagai cara untuk mencipatakan sebuah sistem internasional yang adil namun diabaikan oleh negara-negara barat.

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, Vladimir Putin pada Kamis (7/7/2022) menceritakan bagaimana usaha konsisten Rusia untuk membentuk sistem keamanan internasional yang adil untuk semuanya telah ditolak.

Baca juga: Sebut Negara Gagal, Eks Penasihat AS Nilai Ukraina akan Hilang dari Peta karena Invasi Rusia

Usaha yang dimaksud oleh Putin adalah merancang sistem pertahanan misil bersama-sama negara barat.

Halaman
123