Konflik Rusia Vs Ukraina

Penampakan Apartemen di Ukraina yang Kena Serangan Roket Rusia, 15 Tewas dan 30 Tertimpa Puing-puing

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penampakan apartemen di Chasiv Yar, Ukraina timur, Sabtu (9/7/2022) malam seusai diserang misil pasukan militer Rusia.

TRIBUNWOW.COM - Total 15 orang tewas dalam serangan yang terjadi di Chasiv Yar, Ukraina timur, Sabtu (9/7/2022) malam.

Dalam serangan tersebut, misil milik Rusia mengenai bangunan apartemen lima lantai yang masih dihuni oleh warga sipil.

Dikutip TribunWow.com dari theguardian, selain 15 korban tewas, diperkirakan ada 30 orang masih terjebak di dalam puing-puing.

Baca juga: Putin Sebut Rusia Belum Memulai Apa pun di Ukraina, Kremlin Beri Penjelasan, Tuding AS Lakukan Ini

Dalam video yang beredar, tampak proses evakuasi sudah berjalan.

Terekam petugas pemadam kebakaran membawa jasad manusia dibalut kain berwarna putih.

Seorang penghuni apartemen mengatakan, pada saat kejadian dirinya langsung berlari ke basemen.

"Terdapat tiga serangan," ungkap wanita bernama Ludmila yang merupakan penghuni apartemen di Chasiv Yar.

Ludmila mengaku masih sadar saat serangan pertama terjadi, namun pada serangan kedua dan ketiga dirinya sudah dalam kondisi panik berlari ke basemen sehingga tak ingat apapun.

Menanggapi serangan yang terjadi di Chasiv Yar, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Rusia secara sengaja mengincar warga sipil.

Menurut keterangan pemerintah Ukraina, serangan dilakukan oleh Rusia menggunakan roket Uragan.

Duta Besar Rusia di Inggris, Andrei Kelin membantah pasukan militer yang dikirim oleh Presiden Vladimir Putin agresif menyerbu warga sipil di Ukraina.

Kelin menyebut negara-negara barat tidak memahami alasan konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Dikutip TribunWow.com dari skynews, Kelin mengungkit narasi yang beredar bahwa Rusia telah bersikap agresif terhadap warga sipil Ukraina.

Penampakan apartemen di Chasiv Yar, Ukraina timur, Sabtu (9/7/2022) malam seusai diserang misil pasukan militer Rusia. (youtube the Guardian)

Baca juga: 50 Warga Tewas, Ukraina dan Rusia Dinilai PBB Sama-sama Bersalah dalam Kasus Serangan ke Panti Jompo

"Ini sepenuhnya tidak benar," tegas Kelin, Jumat (8/7/2022).

Kelin menjelaskan, operasi militer spesial harus dilakukan Moskow untuk mempertahankan masyarakat berbudaya Rusia dari persekusi yang dilakukan oleh Ukraina.

Halaman
123