Konflik Rusia Vs Ukraina

Sebar Iklan, Rusia Rekrut Guru hingga Politisi untuk Bangun Kembali Wilayah Ukraina yang Diduduki

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Momen Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi sebuah pabrik. Terbaru, Rusia dikabarkan membuka lowongan untuk bekerja di wilayah Ukraina yang sudah diduduki, Kamis (23/6/2022).

Kemarin, para pejabat Ukraina meminta PBB untuk menyelidiki dugaan penggunaan 'tentara anak' oleh Rusia.

Menurut organisasi hak asasi manusia, anak-anak sedang menjalani pelatihan militer dan kemungkinan dikirim ke garis depan bertentangan dengan keinginan mereka.

Beberapa mungkin telah didorong ke dalam tindakan dan kehilangan nyawa mereka dalam pertempuran.

Laporan juga menunjukkan lencana taruna militer Rusia, yang tidak seharusnya dikerahkan ke zona perang, telah ditemukan di medan perang di Ukraina.

“Otoritas pendudukan (Luhansk dan Donetsk) sedang melakukan mobilisasi anak-anak yang berpartisipasi dalam apa yang disebut klub patriotik, ke tingkat formasi senjata ilegal," kata Komisioner parlemen Ukraina untuk hak asasi manusia Lyudmyla Denisova.

“Mereka telah melakukan pelatihan militer dan ada kematian di antara para remaja ini (di Ukraina)."

"Sekarang mereka mempromosikan masuknya tentara warga sipil, termasuk anak-anak di wilayah yang diduduki sementara."

Menurut Denisova, hal ini mengindikasikan Rusia melanggar hukum perang internasional yang disepakati di Jenewa.

"Dengan melakukan itu, Federasi Rusia telah melanggar hukum dan kebiasaan perang yang diberikan oleh Konvensi Jenewa 1949 tentang perlindungan warga sipil dan hak-hak anak," ujar Denisova.

"Perekrutan anak-anak adalah pelanggaran hukum internasional."(TribunWow.com/Via)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina