Konflik Rusia Vs Ukraina

Sebar Iklan, Rusia Rekrut Guru hingga Politisi untuk Bangun Kembali Wilayah Ukraina yang Diduduki

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Momen Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi sebuah pabrik. Terbaru, Rusia dikabarkan membuka lowongan untuk bekerja di wilayah Ukraina yang sudah diduduki, Kamis (23/6/2022).

Menurut kelompok kemanusiaan 'Bersama dengan Donbas' yang terkait dengan pemerintah, lusinan psikolog dan guru Rusia saat ini bekerja sebagai bagian dari misi sukarelawan di Mariupol, kota pelabuhan Ukraina selatan yang hampir hancur total oleh pasukan Rusia sebelum mereka merebutnya bulan lalu.

Tidak seperti pekerja konstruksi, guru dilaporkan direkrut melalui saluran swasta, seperti kelompok media sosial tertutup di universitas yang mengkhususkan diri dalam pendidikan guru.

Menurut situs berita Tayga.info yang berbasis di Siberia, salah satu pesan rekrutmen yang mencari guru dari 'semua mata pelajaran' muncul dalam obrolan siswa di Novosibirsk State Pedagogical University.

"Tugasnya (adalah_ untuk memastikan awal tahun ajaran, mengatur pekerjaan instruksional dan pendidikan dan bekerja dengan anak-anak,” bunyi pesan tersebut.

Dilaporkan iklan perekrutan itu mengatakan tentang 'perjalanan bisnis' ke wilayah Kherson dan Zaporizhzhia yang diduduki Rusia.

Namun, pihak universitas mengatakan pesan itu tidak asli dan hanya rumor semata.

Baca juga: Inggris Sebut Rusia Rekrut Banyak Lansia Pensiunan Tentara untuk Lawan Ukraina Gara-gara Ini

Rusia Dituduh Rekrut Tentara di Bawah Umur

Rusia dituding melakukan perekrutan tentara ilegal dengan membentuk pasukan anak di bawah umur.

Kremlin dikatakan telah merekrut anak-anak untuk meningkatkan jumlah pasukannya di Ukraina timur.

Hal ini dilakukan dalam upaya untuk menggantikan sekitar 30.000 tentara Rusia yang tewas, terluka atau ditangkap sejauh ini dalam perang.

Viral rekaman Tentara Rusia yang menangis setelah bisa menghubungi ibunya usai dirinya menyerah kepada warga Ukraina di media sosial. (Twitter Via Daily Mail)

Baca juga: Ramai-ramai Menyerah, Tentara Rusia Akui Ditipu, Mengira akan Disambut Rakyat Ukraina dengan Bunga

Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, Minggu (17/4/2022), Moskow dikatakan merekrut tentara dari kelompok pemuda dan wajib militer anak berusia 16 tahun.

Mereka tergabung dalam 'klub pratriotik' yang bermunculan di bagian timur Ukraina yang diduduki Rusia setelah invasi pada tahun 2014.

Komunitas itu awalnya dibentuk sebagai bagian dari kampanye untuk mempromosikan budaya negara di Luhansk dan Donetsk.

Klub patriotik Rusia telah digambarkan sebagai pusat indoktrinasi oleh para juru kampanye.

Program ini dimulai pada 2015, setahun setelah invasi Rusia ke Luhansk dan Donetsk.

Halaman
123