TRIBUNWOW.COM - Paramedis Ukraina yang baru saja dibebaskan dari tahanan Rusia angkat bicara.
Wanita tersebut menuliskan pengalamannya selama berada di tangan pasukan musuh.
Ia mengaku tak diperlakukan secara semestinya hingga merasa seperti seorang budak.
Baca juga: Seiring dengan Pembahasan Uni Eropa, Volodymyr Zelensky Sebut Rusia akan Intensif Serang Ukraina
Baca juga: Aman dari Hinaan hingga Diberi Kasur dan Makan, Ini Kondisi Tahanan Perang dari Azovstal di Rusia
Dilansir TribunWow.com, cerita tersebut dibagikan sang petugas medis, Yulia "Taira" Paievska, melalui laman Facebooknya yang dikutip Ukrinform, Selasa (21/6/2022).
Meski sempat ditahan, Taira mengaku akan segera kembali ke pekerjaan rutinnya.
Ia menolak membagikan foto diri lantaran tak percaya diri dengan kondisi badannya.
"Saya belum akan selfie. Maaf. Berat badan saya sekarang sekitar 50 kg. Saya terlalu lelah dan terlihat buruk. Tapi saya sedang dirawat oleh dokter terbaik dan saya akan segera kembali," kata Taira.
Wanita berambut pirang itu memuji upaya pertukaran tahanan yang berhasil.
"Tidak diragukan lagi merupakan keajaiban Tuhan," ucap Taira.
Selama dalam tahanan, ia menyoroti rekan senasib lainnya yang putus asa.
Mereka bahkan dibuat percaya bahwa Ukraina sudah berhasil ditaklukkan dan tak ada lagi di muka bumi.
"Yang paling menyakitkan saya adalah nasib anak laki-laki dan perempuan yang duduk di balik jeruji besi di bawah kendali musuh, berpikir tidak ada harapan, dan bahwa Ukraina tidak lagi ada sebagai sebuah negara," ujar Taira.
Ia menekankan perlunya memastikan bahwa semua tahanan dilindungi oleh Konvensi Internasional tentang Hak Asasi Manusia.
"Karena ketika kita berada di sana, kita sama sekali tidak berdaya seperti budak," ungkapnya.
Dia mencatat bahwa Rusia tidak memberikan parsel yang dikirim kepada para tahanan.