Mereka juga sama sekali tidak mendapat informasi apa pun tentang keluarga, sementara perawatan medis juga tidak tersedia untuk para tahanan tersebut.
Menurut Taira, kondisinya mirip dengan kamp konsentrasi, dan dia tidak akan terlalu terkejut menemukan dirinya di kamar gas suatu hari nanti.
"Dan ini hanya sebagian kecil dari apa yang terjadi di kantong batu di sepanjang garis kontak. Topik ini menyakitkan dan mendesak. Semua tahanan harus dibebaskan. Sistem kontrol dan algoritma pertukaran harus dikembangkan," seru Taira.
Seperti yang dilaporkan Ukrinform, pada 17 Juni, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan pembebasan Taira dari penawanan Rusia dengan pertukaran tahanan.
Baca juga: 5 Ulah Tentara Rusia di Ukraina, Tewas seusai Makan Hadiah dari Warga hingga Ramai-ramai Memberontak
Baca juga: Beredar Video Tentara Ukraina Pukuli Tahanan, Ramai-ramai Ejek Korban yang Ngompol saat Dihajar
Rusia Dituduh Kurung Tahanan Ukraina di Kamp Kerja Paksa
Pemerintah Rusia dituding telah memperlakukan tahanan perang para tentara Ukraina secara buruk.
Tudingan ini disampaikan oleh ombudswoman hak asasi manusia Ukraina, Lyudmila Denisova.
Denisova menyebut Rusia telah melanggar hukum internasional karena memperlakukan para tahanan perang tidak sesuai aturan.
Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, Rusia disebut menempatkan para tahanan perang di kamp kerja paksa yang aslinya difungsikan untuk para kriminal.
Denisova menyebut ada dua kamp kerja paksa yang dipakai oleh Rusia untuk menempatkan para tahanan perang yakni di daerah Rostov yang dekat dengan perbatasan Ukraina.
Ia mengatakan, para tahanan perang di sana dijaga oleh sipir penjara dan hidup dalam kondisi yang buruk, serta menyalahi aturan konvensi jenewa tentang perlakuan tahanan perang.
Di sisi lain, tentara Ukraina memberikan kesaksian mengenai perlakuan pasukan Rusia yang menangkapnya.
Meski menjadi tawanan perang, para marinir itu mengaku mendapat perlakuan yang layak.
Padahal, tentara-tentara itu sebelumnya sempat merasa takut akan mengalami penyiksaan.
Dilansir TribunWow.com dari TASS, Rabu (20/4/2022), Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Selasa membagikan video tawanan perang Ukraina.