Konflik Rusia Vs Ukraina

Perjuangan Ibu di Ukraina Memohon ke Tentara Rusia agar Jenazah Suami dan Anaknya Dikembalikan

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tumpukan jenazah korban serangan Rusia di Mariupol, Ukraina dibungkus kantong plastik dan dimakamkan dalam satu lubang besar, Kamis (10/3/2022). Ilustrasi kuburan massal di Ukraina.

TRIBUNWOW.COM - Nasib mengenaskan dialami oleh seorang ibu di Ukraina bernama Viktoria Kovalenko.

Viktoria bersama bayinya Varvara harus bertahan hidup berdua seusai suami dan anak gadis Viktoria yakni Petro dan Veronika (12) tewas karena serangan pasukan militer Rusia.

Petro dan Veronika tewas seusai keluarga Viktoria berusaha melarikan diri dari Chernihiv pada Maret 2022 lalu.

Baca juga: Diculik Tentara Rusia, Ibu di Ukraina dan Bayinya Dikurung di Basemen Bersama 300 Warga Sipil

Baca juga: Berakhir Ditangkap Rusia, Veteran Tentara AS Ingin Bantu Ukraina karena Kasihan Lihat Pemuda di Sana

Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, Viktoria dan bayinya berhasil bertahan hidup karena bersembunyi di sebuah mobil.

Penderitaan Viktoria berlanjut ketika ia dan bayinya diculik oleh tentara Rusia dan dipaksa hidup di basemen bersama ratusan warga sipil lainnya.

Saat berada di basemen, Viktoria terus-terusan memohon kepada tentara Rusia agar jasad suami dan anak gadisnya dikembalikan.

"Mereka terus menolak," ujar Viktoria.

Viktoria bercerita, pada suatu ketika ia memiliki kesempatan untuk berbicara dengan komandan pasukan Rusia tersebut.

Komandan pasukan Rusia yang berbicara dengan Viktoria akhirnya mengabulkan permintaan Viktoria dan mengembalikan jasad Petro dan Veronika.

Viktoria kemudian menguburkan jasad suami dan anak gadisnya di sekolah tempatnya disekap.

"Terdapat sekira lima tentara Rusia dan emreka menggali dua makam untuk anak dan suami saya," jelas Viktoria.

Setelah Viktoria dan bayinya dibebaskan dari basemen, ia pergi meninggalkan Ukraina menuju Polandia.

Viktoria mengaku hendak pergi ke Inggris namun masih menunggu terbitnya visa miliknya.

Tidur Berdiri Selama 25 Malam

Sementara itu, seorang kakek bernama Mykola Klymchuk (60) dipaksa untuk tinggal di sebuah basemen berukuran sedang yang diisi hingga 130 orang.

Halaman
123