TRIBUNWOW.COM - Dua warga Amerika Serikat (AS) bernama Alexander Drueke (39) dan Andy Huynh (27) ditangkap oleh pasukan militer Rusia saat terlibat dalam konflik di Ukraina.
Drueke dan Huynh diketahui secara sukarela pergi ke Ukraina untuk membantu menghadapi serangan pasukan militer Rusia.
Satu di antara dua veteran tersebut mengaku merasa kasihan sehingga memilih untuk membantu pasukan Ukraina menghadapi gempuran Rusia.
Baca juga: Jembatan Hancur karena Konflik Ukraina-Rusia, 12 Ribu Warga Severodonetsk Terjebak di Dalam Kota
Baca juga: PBB Sebut Terlalu Dini untuk Simpulkan Rusia Lakukan Kejahatan Perang di Ukraina, Ini Alasannya
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, Drueke diketahui sempat menderita PTSD seusai berdinas di Irak.
Ibu dari Drueke yakni Lois (68) bercerita, anaknya tersebut kesulitan mendapatkan pekerjaan stabil setelah berdinas di luar negeri.
Di sisi lain, Huynh secara sukarela pergi ke Ukraina karena merasa kasihan.
Hal ini diungkapkan oleh kekasih Huynh yakni Joy Black.
Joy mengaku awalnya tidak menganggap serius niat kekasihnya itu yang ingin membantu Ukraina menghadapi Rusia.
"Tetapi dia membaca seluruh cerita tentang pemuda di Ukraina harus ikut berperang setelah berusia 18 tahun, dan dia merasa dia seharusnya mencoba membantu," ujar Joy.
Joy mengatakan, dirinya telah berusaha membujuk agar Huynh tidak pergi ke Ukraina, namun niat Huynh untuk pergi tetap bulat.
Sebelum pergi, Huynh sempat meminta maaf kepada Joy dan mengatakan bahwa dirinya benar-benar harus pergi.
Menurut kesaksian rekan kedua mantan tentara AS tersebut, Alexander dan Andy ditangkap pada Kamis lalu di Desa Izbytske di dekat Kharkiv.
Pada saat itu kedua warga AS tersebut sempat terkena serangan tank.
Namun saat dilakukan pencarian, hanya ditemukan peralatan mereka tanpa adanya keberadaan jenazah.
Kecurigaan semakin bertambah ketika pihak Rusia mengklaim telah mengamankan dua tentara AS yang telah dibawa di dekat Kharkiv.