Lantaran, menurutnya, M dikenal sebagai sosok yang ramah dan sering membantu warga sesama perumahan.
"Kalau ada acara keagamaan seperti takziah, ada perkumpulan dia selalu hadir dan memberikan bantuan," ujarnya, dikutip dari Tribun-Timur.com.
"Saya kaget dengan informasi ini, karena kesehariannya M baik," tandasnya.
Korban adalah ART Pelaku
IS yang menjadi korban rudapaksa AKBP M ternyata selama ini bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di rumah pelaku.
Ia melakoni pekerjaan tersebut sejak September 2021 usai mendapat penawaran dari seseorang.
"Korban (IS) ini awalnya ditawari pekerjaan sebagai ART di rumah terduga pelaku," kata pengacara IS, Amiruddin saat ditemui Tribun-Timur.com, Rabu (2/3/2022) siang.
Mengutip Kompas.com, M melakukan aksi bejatnya pada Oktober 2021 meski korban pernah menolaknya.
Kala itu, menurut Amiruddin, pelaku mengiming-imingi IS hingga korban terperdaya.
Baca juga: Fakta Oknum Polisi AKBP M Rudapaksa Siswi SMP Berulang Kali di Sulsel, Diduga Ada Korban Lainnya
Hingga akhirnya, M pun terus merudapaksa korban berulang kali hingga terakhir 25 Februari 2022.
"Bulan Oktober percobaan kedua kalinya. Korban diiming-imingi dan dijanji macam-macam."
"Sehingga anak ini (IS) pasrah mengikuti keinginan (terduga) pelaku (AKBP M)," ungkapnya.
"Untuk jumlahnya korban sudah tidak ingat. Terakhir itu, tepatnya malam Sabtu tanggal 25 Februari (2022)," tambahnya.
Korban Jalani Pemeriksaan
Penyidik Polda Sulsel memeriksa IS pada Rabu (2/3/2022) siang.