Konflik Rusia Vs Ukraina

Rumahnya Hancur karena Misil Rusia, Pria di Ukraina Menangis Ingat Momen Temukan Jasad Istrinya

Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Oleg Rubak berdiri di tengah puing-puing rumahnya di Kota Zhytomyr, Ukraina. Oleg kehilangan istrinya yang tertimpa puing-puing setelah rumahnya hancur karena serangan misil pasukan Rusia.

Oleg lalu mencurahkan amarahnya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Saya ingin dia mati," kata Oleg.

Menurut pejabat di Zhtomyr, serangan pada Selasa kemarin menewaskan tiga orang, dan menyebabkan 20 orang luka-luka.

Prajurit Ukraina Kecewa Dianggap sudah Mati

Sebelumnya, pemerintah Ukraina pada Jumat (25/2/2022) lalu menyatakan akan memberikan penghargaan secara anumerta kepada prajurit Ukraina yang telah gugur setelah bertahan melawan pasukan Rusia di Pulau Zmiinyi (Pulau Ular).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sendiri telah menyampaikan akan memberikan penghargaan medali dan gelar pahlawan Ukraina kepada prajurit yang gugur di Pulau Ular.

Di sisi lain pada saat itu Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan total 82 prajurit yang ada di Pulau Ular telah menyerah secara sukarela.

Komandan baterai mortir batalion marinir Alexander Molotokov, menyampaikan kekecewaannya dianggap sudah mati oleh pemerintah Ukraina. Molotokov diketahui merupakan prajurit Ukraina yang berjaga di Pulau Ular. (YouTube RT)

Baca juga: Statement Kontroversial Media Barat Bandingkan Ras Pengungsi Ukraina dengan Arab hingga Afrika

Baca juga: Adu Klaim Rusia Vs Ukraina, Putin Sewa Pembunuh Bayaran hingga Ukraina Manfaatkan Napi Pembunuh

Kini muncul video sejumlah prajurit Ukraina menyampaikan kekecewaannya terhadap pemerintah mereka karena mereka merasa dianggap sudah mati dan ditinggal begitu saja.

Video ini ditampilkan dalam kanal YouTube RT, Selasa (1/3/2022).

Prajurit pertama yang berbicara adalah Komandan unit pasukan marinir Ruslan Murenko.

"Dia (Zelensky) bahkan tidak tahu ada infantri angkatan laut di Pulau Zmiinyi (Pulau Ular)," kata Murenko.

"Mereka mengubur kita, jadi saya duga selama ini memang itu rencananya, untuk mengubur kita," sambungnya.

Kemudian prajurit kedua yang berbicara adalah Komandan baterai mortir batalion marinir Alexander Molotokov,

Molotokov menyoroti bagaimana pemerintah Ukraina telah memberikan gelar dan medali secara anumerta kepada para prajurit di Pulau Ular.

Padahal dirinya dan para prajurit lainnya masih hidup.

Halaman
123