Terkini Daerah

Sebut Penghuni Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Alami Kekerasan, Komnas HAM Minta Saksi Dilindungi

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam (tengah) bersama pihak Polda Sumut mengungkap temuannya dalam investigasi di Rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin, Sabtu (29/1/2022) (Tribun Medan/Fredy Santoso)

TRIBUNWOW.COM - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut bahwa mereka mendapat informasi penghuni kerangkeng di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin mendapat kekerasan bahkan hingga meninggal. 

Atas informasi itu, Komnas HAM meminta agar para saksi diberikan perlindungan. 

"Kami mohon beberapa yang memberikan kesaksian kepada kami untuk diberikan perlindungan hukum agar mereka memberikan kesaksian lancar," ucapnya," kata Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam, Jumat (28/1/2022) dikutip dari Tribun Medan.

Baca juga: 1 WC untuk Puluhan Orang hingga Ibadah Dibatasi, Begini Hidup Tahanan Penjara Pribadi Bupati Langkat

Baca juga: Ini Isi Surat Perjanjian Penjara Pribadi Bupati Langkat, Keluarga Harus Terima jika Tahanan Mati

Informasi itu dia dapat saat kunjungannya ke area rumah Bupati Langkat di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara dalam rangka informasi. 

Saksi-saksi juga disebut sudah memberikan laporannya kepada Komnas HAM. 

Berdasarkan informasi tersebut, diketahui bahwa penghuni kerangkeng manusia yang dikatakan sebagai tempat rehabilitasi itu juga menggunakan cara-cara kekerasan. 

Bahkan, kekerasan itu menyebabkan sejumlah orang meninggal. 

Selain mendapat informasi dari saksi, Choirul Anam juga menyebut Komnas HAM mendapati sejumlah alat bukti diduga untuk melakukan penyiksaan. 

"Cara merehabilitasi penuh dengan catatan kekerasan, kekerasan yang sampai hilangnya nyawa. Sehingga emang jika kalau ditanya yang meninggal berapa, pasti lebih dari satu," kata Anam. 

Pihaknya juga mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan Polda Sumut. 

Baca juga: LPSK Ungkap Temuannya soal Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Minta Kapolda Profesional

Polda Sumut sendiri disebut sudah melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut. 

Mulai dari
Halaman