Terkini Daerah

Sosok Bocah SD yang Dirudapaksa lalu Dianiaya 8 Orang di Malang, Hidup di Panti Asuhan, Ayah ODGJ

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - Nasib tragis menimpa bocah 13 tahun asal Malang,Jawa Timur. Bocah yang baru duduk di bangku kelas enam SD itu menjadi korban pencabulan dan penganiayaan sejumlah orang.

"Saya baru satu tahun disini (di panti asuhan). Kalau korban ini sudah sangat cukup lama tinggal disini. Mungkin sejak usia enam tahun, dia sudah tinggal disini," jelasnya.

Menurutnya, perilaku korban cukup berubah semenjak pihak panti asuhan mengizinkan santrinya menggunakan ponsel.

"Mungkin karena adanya jejaring sosial, kemudian bisa digunakan dan juga akhirnya bisa berteman dengan orang lain," katanya.

"Dan setahu pihak pondok, anak ini hanya berteman di sekitar pondok dan kampung sini saja."

"Kalau untuk bergaul dengan teman-teman di luar, pihak pondok kurang begitu paham."

Baca juga: Fakta Guru Rudapaksa Murid SMK di Flores, Ngaku Sudah Pacaran hingga Modus Pelaku

Baca juga: Detik-detik Remaja 17 Tahun Kepergok Rudapaksa Bocah SMP di Belitung, Ngaku Sudah 5 Kali Beraksi

Kronologi

Kejadian itu berlangsung pada Kamis (18/11/2021).

Semula, korban diajak jalan-jalan oleh pelaku sekira pukul 10.00 WIB.

Seusai diajak jalan-jalan korban dirudapaksa di rumah pelaku.

"Anak ini diikat tangannya pakai selendang, mulutnya dibekap dan diancam pisau, dan disetubuhi," ungkap Leo, dikutip dari Kompas.com, Senin (22/11/2021).

Pencabulan itu diketahui istri pelaku.

Seusai dirudapaksa, korban ditarik paksa teman-teman pelaku lalu dianiaya.

"Kejadian itu terjadi pada Kamis (18/11/2021). Namun, ada dua kejadian berbeda," kata Leo.

"Jadi, si anak ini diperdaya, lalu disetubuhi di rumah pelaku di Teluk Grajakan."

"Setelah disetubuhi, korban itu dibawa oleh teman-temannya untuk dianiaya."

Halaman
123