TRIBUNWOW.COM - Pimpinan sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Tengah bernama Sulaiman Milla menyampaikan klarifikasi soal aksinya mencabuli seorang santriwati pada September 2021 lalu.
Sulaiman berdalih ia merasa korban sudah seperti anaknya sendiri sehingga aksi mencium korban ia anggap kasih sayang orangtua ke anak.
Atas aksinya ini, Sulaiman telah dilaporkan ke polisi oleh pihak korban.
Baca juga: Kepala SD Jadi Terduga Teroris, Polisi Selidiki Kemungkinan Paham Radikalisme Disebarkan di Sekolah
Baca juga: Bergaya seperti Polisi, Ini Penampakan Sosok Banpol yang Difoto Danu sebelum Masuk TKP Kasus Subang
Dikutip TribunWow.com dari TribunPinrang.com, video klarifikasi Sulaiman beredar di akun Facebook New Pinrang Sidrap, Rabu (3/11/2021).
"Inilah manusia biasa, kita merasa ini kasih sayang orang tua terhadap anaknya tetapi ternyata salah," kata Sulaiman di dalam video.
"Di sisi lain salah karena persepsinya dia bukan anak (kandung) ku. Tapi saya yang merasa mereka anak-anakku," sambungnya.
Atas aksinya itu, Sulaiman menyampaikan permohonan maaf.
Ia meminta kepada orangtua santri dan pengajar di ponpes agar bersabar menunggu proses kasus ini selesai.
"Semoga semua sabar menghadapi ujian ini," ujar Sulaiman.
Sulaiman menjelaskan, video klarifikasi itu memang ia buat untuk lingkungan ponpes guna menenangkan situasi dan kondisi.
Ia juga mengakui sudah diperiksa polisi terkait laporan dari pihak korban.
“Sudah, saya sudah di BAP (berita acara pemeriksaan) di kantor polisi. Saya berharap tetap bersabar, biarkan hukum yang berbicara,” jelas Sulaiman saat dihubungi lewat telepon, Rabu (3/11/2021).
Kronologi Pelecehan
Korban diketahui sudah lima kali dilecehkan oleh pelaku.
Hal itu diungkapkan Koordinator P2TP2A Pinrang, Andi Bakhtiar Tombong saat ditemui seusai mendampingi orang tua dan korban saat pemeriksaan di Mapolres Pinrang, Selasa, (2/11/2021).