Pada 18 Agustus lalu, jasad Tuti dan Amalia ditemukan bertumpuk di bagasi mobil Alphard yang terparkir di rumahnya di Desa Ciseuti, Kecamatan Jalancagak, Subang, Jawa Barat.
"Pertimbangannya, mungkin untuk mempercepat kasus. Terus saya ingin mama dan Amel mendapatkan keadilannya," tegas Yoris.
Sementara itu, selama penyelidikan kasus pembunuhan Tuti dan Amalia digelar, diketahui Yosef bersama istri mudanya, Mimin, sudah menunjuk Rohman Hidayat dan Fajar Sidik sebagai tim kuasa hukum keduanya.
Hubungan Yoris dan Yosef sendiri juga sempat menjadi perbincangan di masyarakat.
Asumsi liar bermunculan, menyebut hubungan keduanya telah memburuk, terutama ketika penyelidikan atas kasus pembunuhan di Subang dilakukan.
Mereka disebut saling menuduh satu sama lain, meskipun anak dan ayah itu tidak bermaksud demikian.
Beberapa waktu lalu, Yosef sempat mengungkapkan rasa sayang terhadap keluarga serta anak-anaknya, Yoris dan Amalia.
Dia mengaku tak pernah berlaku kasar, baik melalui perkataan mau pun perbuatan kepada keluarganya.
Yosef bahkan menyebutkan jika terdapat satu kesempatan yang diberikan kepadanya, dia ingin agar bisa hidup bersama kembali dengan keluarganya.
Meskipun Tuti dan Amalia sudah tewas sejak 62 hari lalu, Yosef mengaku belum bisa berhenti memikirkan istri dan putrinya itu.
Pria berusia 55 tahun itu merasa begitu terpukul karena Tuti dan Amalia tiba-tiba ditemukan tewas secara tak wajar.
“Saya terus terang saja belum pernah kasar apalagi memukul, belum pernah sama sekali, jangankan mukul saya berkata kasar pun tidak pernah," ungkap Yosef, dikutip dari Surya.co.id.
Dia juga menyebutkan memiliki rasa sayang yang begitu besar tak hanya kepada Amalia, tetapi juga anak laki-lakinya, Yoris.
"Saya tuh sayang banget sama keduanya, apalagi sama Yoris (34) anak pertama saya,” kata Yosef.
"Kalo dikasih kesempatan saya tetap ingin menjalankan kehidupan saya kembali bersama keluarga saya."