Menurut Guing, memang permasalahan eceng gondok bukan menjadi yang pertama kali terjadi, tetapi tahun ini cukup fatal.
Saat itu, tercatat sebanyak lima orang di antara rombongan wisata tersebut merupakan anak-anak dan mereka sudah kehabisan bekal ketika terjebak.
Sementara itu, perahu yang ditumpangi juga kehabisan bahan bakar akibat mencoba menerobos hamparan eceng gondok.
"Kalo kejebak sih udah gak aneh, cuma yang jadi masalah penumpang belum makan, kadang perbekalan kita sudah habis," kata dia.
Ia bahkan sempat menginap selama dua malam untuk menunggu hamparan eceng gondok memuai.
"Kemaren itu kedorong angin jadi rapat, kita susah nembus, digeser juga berat ukuran eceng nya juga besar, hampir satu meter, justru malah lebih tinggi eceng gondok daripada perahu kita, saya kejabak mah udah biasa, nginep sampai dua malam juga pernah," imbuhnya.
Kendati demikian, Guing mengatakan, dia dan nakhoda yang lain tetap tidak akan berhenti mengantar penumpang baik wisatawan atau warga sekitar.
"Ya kalau mengantar tetap dijalankan, karena kita usaha jasa perahu. Kalu cuaca mendung mau hujan mungkin kita memilih untuk tidak beroperasi," ucapnya. (TribunWow.com/Alma Dyani P)
Berita Terkini Daerah lain
Artikel ini telah diolah dari TribunJabar.id dengan judul Penyebab Wisatawan Bisa Terjebak Eceng Gondok di Waduk Jatiluhur, Petugas Evakuasi Sempat Kesulitan dan Cerita Nakhoda yang Bawa 22 Wisatawan Jakarta Terjebak di Waduk Jatiluhur, Kelaparan di Gelap Malam