"Saya sempat baca juga di media terkait eceng gondok di sini, tapi memang kita tidak diberi tahu solusinya apa, tadi sih kita kalau enggak bawa anak kecil dan orang tua mungkin biasa aja, kita inget mereka karena emang enggak bawa persiapan apapun cuma hanya bawa pancingan aja," ujar Heri.
Heri mengaku, dia terjebak eceng gondok selama hampir 7 jam di Waduk Jatiluhur.
"Tadi sih kami kejebak dari jam setengah empat sampai jam 10 malam, saya berharap kejadian ini sebagai perhatian aja," ucapnya.
Proses evakuasi Heri dan rombongannya sendiri juga sempat mengalami hambatan.
Baca juga: Fakta Nahkoda Perahu Terbalik di Waduk Kedung Ombo, Ternyata Masih 13 Tahun hingga Jadi Saksi Kunci
Baca juga: Daftar 8 Korban Tewas Tenggelamnya Perahu di Waduk Kedung Ombo Boyolali, Bocah 8 Tahun Masih Hilang
Diungkapkan oleh Satpolairud Polres Purwakarta, jalur perahu yang tertutupi hamparan eceng gondok menyulitkan upaya penyelamatan.
"Kesulitannya, tadi, kan, eceng itu merambat, tidak bisa mundur kapal itu. Jadi, kami memutar dulu," kata Satpolairud Polres Purwakarta.
Kasus terjebaknya wisatawan karena eceng gondok di Waduk Jatiluhur, sebenarnya bukan kali pertama terjadi.
Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Purwakarta AKBP Suhardi Hery Haryanto melalui Kasat Polairud Polres Purwakarta AKP Jajang Sukandar.
"Sebelumnya sudah ada kejadian, namun kami juga selain patroli sering mengimbau wisatawan, nakhoda perahu, bongkar muat ikan agar berhati-hati dan tidak terlalu lama di seberang," katanya.
Disebutkan oleh AKP Jajang Sukandar, terdapat dua perahu yang terjebak eceng gondok di Waduk Jatiluhur.
"Ada dua orang nakhoda dan dua perahu dengan jumlah wisatawan 22 orang yang terjebak," ujar AKP Jajang Sukandar kepada awak media, Senin (18/10/2021) dini hari.
Hal serupa juga diungkapkan oleh nakhkoda perahu bernama Mohammad Soleh atau Guing.
Guing mengatakan dia mengantar 22 orang wisatawan tersebut pada Minggu (17/10/2021) siang.
Disebutkan oleh Guing, mereka berencana kembali ke Dermaga Serpis pada pukul 17.00 WIB.
"Kami rencananya kembali jam lima sore, biar pas Magrib udah di Dermaga, tapi hamparan eceng malah ke arah sini," ujar Guing.