“Para tentara ini, yang dipeluk dan dibesarkan oleh partai kami, telah menunjukkan kepada seluruh dunia kekuatan, keberanian, dan moral Tentara Rakyat Korea,” kata pembaca berita paling terkenal di Korea Utara, Ri Chun Hee.
Kekuatan para tentara disebutkan oleh Ri “dianugerahkan kepada mereka oleh pemimpin kita tercinta Kim Jong Un”, katanya.
Media pemerintah melaporkan Kim Jong Un mengatakan pengembangan senjata Korea Utara diperlukan dalam menghadapi kebijakan “bermusuhan” dari Amerika Serikat (AS) pada Selasa (12/10/2021).
Langkah itu juga dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan militer di Korea Selatan yang mengacaukan semenanjung.
Baca juga: Korea Utara Klaim Sukses Uji Coba Rudal Jelajah Baru, Kim Jong Un Tak Terlihat Hadir
Baca juga: Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong Dipromosikan Naik Pangkat ke Badan Penguasa Tertinggi Korea Utara
Pyongyang hanya meningkatkan kemampuan militernya untuk membela diri dan bukan untuk memulai perang, kata Kim dalam pidatonya, menurut laporan kantor berita negara KCNA.
Kim telah mengawasi kemajuan pesat dalam program senjata nuklir dan rudal balistik yang telah membuat Korea Utara mendapatkan berbagai sanksi internasional.
Dilansir dari Reuters, Kim Jong Un sebelumnya juga menyebutkan perekonomian Korea Utara sedang suram, saat berpidato untuk perayaan ulang tahun ke-76 pendirian Partai Buruh Korea Utara, Minggu (10/10/2021).
Kim mendesak para pejabat untuk fokus meningkatkan kualitas kehidupan warga dalam menghadapi kondisi perekonomian tersebut.
Dia juga mengimbau agar para pejabat tidak meminta hak istimewa mau pun perlakuan istimewa.
Perekonomian Korea Utara menurun akibat sanksi yang diterimanya selama bertahun-tahun karena program nuklir dan senjatanya.
Kejatuhan ekonomi juga didukung dengan hujan lebat serta banjir yang menghancurkan sektor pertanian negara itu hingga menimbulkan krisis pangan.
Kim Jong Un dalam pidatonya di hadapan para pejabat mengatakan Korea Utara memiliki tugas besar untuk menyesuaikan dan mengembangkan ekonomi negara.
Kim juga meminta kepada para pejabat untuk memecahkan masalah pangan di negara itu serta mempertimbangkan setiap pekerjaan mereka agar sesuai kepentingan rakyat.
Kantor berita KCNA menyebutkan tidak terdapat parade militer besar dalam perayaan ulang tahun partai buruh, meskipun diselenggarakan pertunjukan seni hingga pertunjukan kembang api di Pyongyang. (TribunWow.com/Alma Dyani P)
Berita terkait Korea Utara lain