TRIBUNWOW.COM – Korea Utara menggelar pertunjukan dalam pameran pertahanan di Pyongyang, yang memperlihatkan beberapa tentara melakukan aksi seni bela diri ekstrem di hadapan Kim Jong Un.
Dilansir dari Al Jazeera, media pemerintah Korea Utara, KCTV, merilis video cuplikan aksi para tentara yang memamerkan kecakapan tempur dan kemampuan mereka untuk menghancurkan berbagai benda dengan tangan kosong pada Selasa (12/10/2021).
Dalam video itu, seorang tentara terlihat bertelanjang dada dan menghancurkan dua botol kaca bersama-sama.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, yang ikut hadir terlihat tersenyum ketika menyaksikan aksi para tentaranya.
Baca juga: Kondisi Ekonomi Korea Utara Suram, Kim Jong Un Perintahkan Pejabat Tak Minta Perlakuan Istimewa
Baca juga: Muncul di Parade Militer Korea Utara, Lihat Beda Penampilan Terbaru Kim Jong Un yang Jadi Sorotan
Tentara itu kemudian juga berbaring di atas pecahan botol, sementara seorang rekan lain meletakkan balok beton tebal di dadanya lalu menghancurkannya dengan palu godam.
Beberapa tentara terlihat berseragam, sementara yang lain bertelanjang dada.
Mereka melakukan aksi meninju lapisan bata beton, atau mematahkannya dengan kepala.
Sementara beberapa yang lain dipalu di lengan atau tangan mereka, dan satu tentara terlihat berbaring di tempat tidur paku sambil menahan balok yang dipatahkan di dadanya.
Kegiatan itu menjadi bagian dari pembukaan pameran pertahanan pekan ini, yang memamerkan senjata milik Korea Utara.
Kim Jong Un terlihat bertepuk tangan dan tersenyum selama jalannya pertunjukkan.
Dia dikelilingi oleh petugas dan ditemani saudara perempuannya, Kim Yo Jong, yang juga adalah penasihat terdekatnya.
Korea diketahui memiliki tradisi seni bela diri, termasuk olahraga asli taekwondo.
Taekwondo dikembangkan oleh seorang jenderal Korea Selatan yang kemudian berselisih dengan pemimpin yang didukung militer negara itu, dan menjadi sering berkunjung ke Pyongyang, sebelum meninggal pada 2002.
Olahraga itu kemudian sering digunakan oleh Korea Utara untuk melambangkan kekuatan militernya.
Pameran senjata yang diselenggarakan Korea Utara, merupakan bagian dari peringatan hari jadi berdirinya Partai Buruh yang berkuasa.
“Para tentara ini, yang dipeluk dan dibesarkan oleh partai kami, telah menunjukkan kepada seluruh dunia kekuatan, keberanian, dan moral Tentara Rakyat Korea,” kata pembaca berita paling terkenal di Korea Utara, Ri Chun Hee.
Kekuatan para tentara disebutkan oleh Ri “dianugerahkan kepada mereka oleh pemimpin kita tercinta Kim Jong Un”, katanya.
Media pemerintah melaporkan Kim Jong Un mengatakan pengembangan senjata Korea Utara diperlukan dalam menghadapi kebijakan “bermusuhan” dari Amerika Serikat (AS) pada Selasa (12/10/2021).
Langkah itu juga dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan militer di Korea Selatan yang mengacaukan semenanjung.
Baca juga: Korea Utara Klaim Sukses Uji Coba Rudal Jelajah Baru, Kim Jong Un Tak Terlihat Hadir
Baca juga: Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong Dipromosikan Naik Pangkat ke Badan Penguasa Tertinggi Korea Utara
Pyongyang hanya meningkatkan kemampuan militernya untuk membela diri dan bukan untuk memulai perang, kata Kim dalam pidatonya, menurut laporan kantor berita negara KCNA.
Kim telah mengawasi kemajuan pesat dalam program senjata nuklir dan rudal balistik yang telah membuat Korea Utara mendapatkan berbagai sanksi internasional.
Dilansir dari Reuters, Kim Jong Un sebelumnya juga menyebutkan perekonomian Korea Utara sedang suram, saat berpidato untuk perayaan ulang tahun ke-76 pendirian Partai Buruh Korea Utara, Minggu (10/10/2021).
Kim mendesak para pejabat untuk fokus meningkatkan kualitas kehidupan warga dalam menghadapi kondisi perekonomian tersebut.
Dia juga mengimbau agar para pejabat tidak meminta hak istimewa mau pun perlakuan istimewa.
Perekonomian Korea Utara menurun akibat sanksi yang diterimanya selama bertahun-tahun karena program nuklir dan senjatanya.
Kejatuhan ekonomi juga didukung dengan hujan lebat serta banjir yang menghancurkan sektor pertanian negara itu hingga menimbulkan krisis pangan.
Kim Jong Un dalam pidatonya di hadapan para pejabat mengatakan Korea Utara memiliki tugas besar untuk menyesuaikan dan mengembangkan ekonomi negara.
Kim juga meminta kepada para pejabat untuk memecahkan masalah pangan di negara itu serta mempertimbangkan setiap pekerjaan mereka agar sesuai kepentingan rakyat.
Kantor berita KCNA menyebutkan tidak terdapat parade militer besar dalam perayaan ulang tahun partai buruh, meskipun diselenggarakan pertunjukan seni hingga pertunjukan kembang api di Pyongyang. (TribunWow.com/Alma Dyani P)
Berita terkait Korea Utara lain