Memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi yang dianggap kelebihan berat badan, obesitas, atau obesitas parah juga meningkatkan risiko ini.
Diabetes dan obesitas masuk tiga besar faktor risiko tinggi bukan tanpa alasan.
Diabetes dan obesitas sama-sama mengurangi efisiensi sistem kekebalan tubuh seseorang.
Orang yang mengalami obesitas juga akan mengalami masalah lain jika mereka mengalami sesak napas atau mengalami masalah pada paru-paru dan jantung jika terinfeksi Covid-19.
Bahkan diabetes juga bisa meningkatkan risiko orang terkena infeksi secara umum.
Risiko ini dapat dikurangi dengan menjaga kadar gula darah tetap terkontrol dan melanjutkan pengobatan diabetes dan insulin.
Jika mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, cobalah untuk menurunkan berat badan dengan makan makanan yang sehat dan melakukan aktivitas fisik secara teratur.
4. Kanker dan kelainan darahÂ
Orang yang saat ini menderita kanker memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit yang lebih parah akibat Covid-19.
Risiko ini dapat bervariasi, tergantung pada jenis kanker dan jenis perawatan yang sedang dijalani.
Anemia sel sabit adalah kondisi lain yang meningkatkan risiko gejala Covid-19 yang parah.
Kelainan bawaan ini menyebabkan sel darah merah menjadi keras, lengket dan berbentuk seperti huruf C.
Sel darah merah yang cacat ini mati lebih awal, sehingga oksigen tidak dapat diangkut ke seluruh tubuh.
Ini juga menyebabkan penyumbatan yang menyakitkan di pembuluh darah kecil.
Kelainan darah bawaan lainnya, yang disebut talasemia, mungkin juga membuat lebih cenderung memiliki penyakit parah saat terinfeksi Covid-19.