TRIBUNWOW.COM - Kombinasi antara madu dan habbatussauda dinilai cocok dikonsumsi saat isolasi mandiri (isoman) karena bisa mempercepat pemulihan pasien Covid-19.
Hal itu juga disampaikan oleh Tim Edukasi Media Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Afifah K. Vardhani, M.Si.
Meski dirinya tidak mengatakan bahwa habbatussauda dan madu berfungsi sebagai obat Covid-19.
Baca juga: Dinilai Berpotensi Jadi Obat Covid-19, Habbatussauda Disebut Bisa Percepat Pemulihan saat Isoman
Baca juga: Merasa Mudah Lelah setelah Isolasi Mandiri Covid-19, Coba Lakukan Meditasi yang Dinilai Bermanfaat
“Penelitian di Pakistan menunjukkan kombinasi habbatussauda dan madu efektif mempercepat pemulihan pasien Covid-19," ujarnya dalam keterangan tertertulis seperti dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (27/8/2021).
Potensi terapeutik terhadap infeksi virus dalam herbal habbatussauda dinilai bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menggunakannya sebagai terapi tambahan pada pasien Covid-19.
Habbatussauda mengandung senyawa aktif utama yaitu thymoquinone yang memiliki aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, antivirus, anti mikroba, dan imunomodulator.
Hal itu telah teruji secara klinis dapat meningkatkan respon imun, mengurangi respon peradangan, serta membantu mengurangi efek samping dari konsumsi obat-obatan medis.
Selain itu, mengonsumsi madu yang bisa meningkatkan imun disebut bisa menjadi tambahan.
Studi in vitro menunjukkan komponen chrysin, kaempferol, dan quercetin pada madu mampu menghambat masuknya virus ke sel inang dan menghambat replikasi virus.
Uji praklinik ini juga menyebutkan bahwa chrysin dan kaemferol membantu menghambat peradangan pada paru-paru.
Baca juga: Bisa Jadi Pilihan Aktivitas saat Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali 6 Manfaat Baca Buku bagi Kesehatan
Hingga kini memang belum terdapat obat yang spesifik digunakan secara resmi untuk mengobati Covid-19.
Perawatan tertentu seperti hidroksiklorokuin, azitromisin, deksametason, remdesivir, terapi antibodi, dan plasma pemulihan telah digunakan untuk pasien Covid-19 yang parah dan menunjukkan beberapa kemanjuran.
Melansir News Medical Net, dikatakan itu yang membuat penelitian terhadap beberapa kandungan herbal dilakukan untuk mencari yang bisa digunakan untuk obat Covid-19.
Tim peneliti dari berbagai lembaga di Pakistan, Chili, Kanada, dan Amerika Serikat pada 2020 juga melakukan uji klinis untuk menyelidiki potensi efektivitas kombinasi madu dan Nigella sativa (Honey and Nigella sativa/HNS) dalam mengobati pasien Covid-19.
Studi mereka dipublikasikan di server pracetak jurnal medRxiv.