Virus Corona

Selain Badai Sitokin, Waspadai Juga Happy Hipoxia saat Isoman Covid-19, Kenali Tanda dan Gejalanya

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Alat oximeter untuk mengukur saturasi oksigen di dalam tubuh. Infeksi Covid-19 memang bisa menyebabkan masalah pada paru-paru dan menimbulkan gangguan pernapasan, waspadai Happy hypoxia.

3. Perfusi normal dari fraksi yang relatif kecil dari paru-paru yang cedera

Tanda awal yang bisa dikenali adalah cara bernapas yang tidak normal, itu bisa menjadi tanda hipoksia.

Jika mengalaminya pasien harus menghubungi dokter perawatan primer Anda atau mendapatkan perawatan darurat sesegera mungkin.

Seperti yang Anda duga, kadar oksigen darah mengukur jumlah oksigen yang ada dalam darah Anda.

Selain itu penting juga untuk selalu memperhatikan saturasi oksigen atau kadar oksigen dalam darah saat menjalani isolasi mandiri.

Kadar oksigen darah antara 95% dan 100% adalah normal dan kadar oksigen darah di bawah 92% sudah membutuh perhatian medis atau perawatan di rumah sakit.

Orang yang mengalami happy hypoxia dapat memiliki beberapa gejala.

Meskipun gejala Silent Hypoxia dapat bervariasi dari orang ke orang, gejala yang paling umum meliputi:

1. Kebingungan

2. Berkeringat

3. Napas cepat

4. Detak jantung cepat atau detak jantung lambat

5. Perubahan warna bibir dari natural tone menjadi biru

6. Perubahan warna kulit (dari ungu menjadi merah)

Disadari atau tidak, kata Gonzalez-Brito, mereka kemungkinan akan bernapas lebih dalam dan cepat.

“Tingkat pernapasan, berapa kali Anda bernapas dalam satu menit mungkin akan menjadi hal paling objektif yang dapat Anda pantau,” kata Gonzalez-Brito. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Isolasi Mandiri Lainnya