Permudah Layanan Umat, Optimalisasi Ziswaf Makin Mudah dengan BSI Mobile

Penulis: Astini Mega Sari
Editor: Astini Mega Sari
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) membuka aplikasi BSI Mobile lewat smartphone

Begitu juga dengan penerima manfaat, diprioritaskan wilayah Jateng, kecuali ada bencana besar di luar daerah Jateng.

“Penerima manfaat Solopeduli tiap tahun meningkat karena jumlah donatur meningkat. Tahun 2020 kami ada di angka 450.000-an,” ucapnya.

Tri Waluyo menilai kini semakin banyak muncul aplikasi Ziswaf online.

Ia mengaku senang karena dengan begitu semakin banyak orang yang akan terbantu. Apalagi di masa pandemi ini banyak yang membutuhkan.

Cara online membuat proses berdonasi semakin mudah dan cepat.

“Namun kita juga berharap sesuai regulasi pemerintah harus punya izin resmi yang dikeluarkan pemerintah. Agar jelas secara pengawasan, dan transparansi karena yang dikelola adalah dana umat,” terangnya.

Kerjasama BSI - Baznas

Dikutip dari Tribunnews.com, BSI terus melakukan optimalisasi Ziswaf agar bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Dalam hal ini BSI bekerjasama dengan Baznas agar lebih jelas dari sisi pengelolaan.

Berdasarkan data Baznas, total dana Ziswaf yang terkumpul pada 2020 lalu sekitar Rp12,5 triliun. Angka tersebut disebut tumbuh baik dari jumlah tahun sebelumnya sebesar Rp10,6 triliun.

Mereka memperkirakan tahun ini bakal mengalami kenaikan hingga Rp19,77 triliun.

Namun, Baznas menyebut angka tersebut masih jauh dari potensinya yang mencapai Rp327,6 triliun.

Maka dari itu Baznas bekerjasama dengan BSI untuk optimalisasi pengumpulan dan pengelolaan Ziswaf.

Harapannya dengan adanya menu Ziswaf pada BSI Mobile, kesadaran bersedekah dan beramal masyarakat Indonesia lebih tinggi karena dipermudah tanpa harus datang langsung ke kantor Baznas dan lainnya.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi mengatakan, dukungan tersebut diberikan karena selama ini potensi besar Zizwaf di Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal.

Halaman
1234