Wacana Presiden 3 Periode
Fakta Penolakan Presiden 3 Periode: Dinilai Sesat hingga Rocky Gerung Minta Jokowi Tampar Qodari
Komunitas Jokowi-Prabowo 2024 mendapat penolakan dari berbagai kalangan, baik yang selama ini vokal mengkritik pemerintah, atau mendukung pemerintah.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Komunitas Jokowi-Prabowo (Jok-Pro) 2024 mendapat penolakan dari berbagai kalangan, baik yang selama ini vokal mengkritik pemerintah, atau yang mendukung kebijakan pemerintah.
JokPro diketahui mengusulkan wacana Presiden RI Joko Widodo untuk menjabat tiga periode atau maju lagi di Pilpres 2024.
Satu dari beberapa anggota Komunitas JokPro 2024 adalah Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari yang sempat viral di Twitter karena mendukung Jokowi tiga periode dengan alasan agar tidak terjadi perpecahan.
Dilansir TribunWow.com , berikut ini adalah penolakan yang disampaikan oleh sejumlah tokoh.
Sesat dan Berbahaya
Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer menilai wacana 3 periode sebagai hal yang sesat dan melanggar konstitusional yang berlaku.
Pernyataan tersebut disampaikan Immanuel dalam acara Prime Talk Metrotvnews, Senin (21/6/2021).
Immanuel menegaskan pihak JoMan sejalan dengan sikap Presiden Jokowi yang tegas menolak menjabat sebagai presiden selama tiga periode.
"Saya melihatnya dari JokPro ini tiga-tiganya, menampar, mencari muka, dan menjerumuskan," sindir Immanuel.
"Tidak ada alasan yang rasional terhadap tiga periode ini," lanjutnya.
Baca juga: Soal Presiden 3 Periode, Relawan JoMan Curigai Orang di Sekitar Jokowi: Masih Haus Kekuasaan
Immanuel tidak menerima alasan JokPro yang ingin Jokowi menjabat tiga periode karena alasan agar tidak terjadi polarisasi seperti pada Pilpres tahun 2019.
"Alasan mereka rekonsiliasi, rekonsiliasi bukan seperti itu," kata Immanuel.
"Rekonsiliasi itu jangan dirusak sistem yang sudah ada."
Immanuel lalu mengungkit reformasi tahun 1998 yang mana mengubah masa jabatan presiden yang tadinya tak terbatas, kini dibatasi menjadi dua periode.
"Salah satu agenda reformasi adalah membatasi kekuasaan presiden," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pengam1ga-periode-atau-maju-lagi-di-pilpres-2024.jpg)