Wacana Presiden 3 Periode
Fakta Penolakan Presiden 3 Periode: Dinilai Sesat hingga Rocky Gerung Minta Jokowi Tampar Qodari
Komunitas Jokowi-Prabowo 2024 mendapat penolakan dari berbagai kalangan, baik yang selama ini vokal mengkritik pemerintah, atau mendukung pemerintah.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
"Kubu pertama adalah yang firm menolak, tegas," kata Ade Armando.
"Para pendukung partai tertentu itu firm menolak."
Kemudian, kubu kedua adalah mereka yang netral, di antaranya adalah pendukung partai Golkar dan PAN.
Sedangkan mereka yang setuju Jokowi tiga periode berasal dari simpatisan PDIP.
Ade Armando memperingatkan, ketiga kubu tersebut akan saling konflik apabila wacana Jokowi tiga periode diwujudkan.
"Jadi kalau terjadi perdebatan tentang tiga ini, yang akan ramai itu di lapangan antara para pendukung tersebut, yang keras menolak dan yang keras mendukung," ungkap dia.
"Buat saya itu harga yang terlalu mahal, buat apa kita mengajukan sebuah ide baru yang kembali memecah belah bangsa hanya karena kepentingan-kepentingan."
"Ini lebih mencerminkan aspirasi elite," pungkas Ade Armando.
Refly Harun Ajak Warganet Tolak Jokowi 3 Periode
Di sisi lain, Pakar hukum tata negara Refly Harun mengadakan kampanye untuk menolak wacana Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjabat selama tiga periode.
Kampanye tersebut ia suarakan lewat akun media sosial Twitter miliknya @ReflyHZ, Selasa (22/6/2021).
Di Twitter, Refly Harun mencuitkan sebuah ajakan kepada para warganet untuk menolak wacana Presiden Jokowi menjabat tiga periode.
Baca juga: Qodari Ungkap Alasan Dukung Wacana Presiden 3 Periode, Singgung Kemenangan PDIP: Yang Pasti Jokowi
Selain menolak wacana presiden tiga periode, Refly juga menolak komunitas JokPro 2024.
Komunitas tersebut diketahui berisi orang-orang atau relawan yang menyatakan dukungannya kepada Jokowi untuk menjabat lagi di tahun 2024 didampingi Prabowo Subianto sebagai wakil presiden.
Berikut isi cuitan lengkap yang ditulis oleh Refly:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pengam1ga-periode-atau-maju-lagi-di-pilpres-2024.jpg)